Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 20 Agu 2019 15:07 WIB

Pembangunan Infrastruktur Pengaruhi Keuangan BUMN, Ini Solusinya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki peran penting dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebab, BUMN menjadi alat untuk menggenjot pembangunan infrastruktur.

Program yang dimaksud ialah pembangunan infrastruktur seperti Tol Trans Jawa. Kemudian, program BBM Satu Harga.

"Kita memandang Presiden Jokowi politisi, jadi agar semua program tepat waktu 2019 itu Pemilu, diselesaikan dengan cepat menggunakan BUMN cara dia menyelesaikan program-program. Sehingga, peran BUMN sangat penting di bawah pemerintahan Jokowi," kata Peneliti BUMN, Danang Widoyo dalam diskusi Bersih-bersih BUMN, Jakarta, Selasa (20/8/2019).


Dia mengatakan, di bawah kepemimpinan Jokowi ukuran kesuksesan BUMN tak lagi diukur dari bisnis atau keuntungan. Namun, dilihat dari fungsi sosialnya.

Namun, hal itu bukan berarti tanpa risiko. Menurutnya, hal ini membuat beban utang BUMN menjadi membengkak.

"Memang risikonya ada pada kondisi keuangan yang akan bermasalah. Saya kira, satu poin pentingnya, utang BUMN karya yang membengkak," ujarnya.


Dia melanjutkan, ada sejumlah cara agar BUMN keluar dari jerat utang itu. Salah satunya, BUMN bisa melepas aset yang sudah jadi dan mencari kontrak baru untuk memperbaiki kinerja keuangan.

"Jadi menurut saya agar BUMN karya mampu bayar utangnya, perlu dua income. Pertama segera jual aset yang sudah jadi. Dalam kasusnya Waskita Karya, jalan tol harus segera dilepas ke investor swasta agar dia bisa memperbaiki neraca keuangannya dan bisa memiliki modal membangun proyek berikutnya," paparnya.

Selain itu, BUMN juga harus gesit untuk mendapatkan kontrak pekerjaan berikutnya.

"Kedua, mendapatkan kontrak-kontrak berikutnya. Pemerintah juga harus, dan saya kira ini akan jadi kabar buruk bagi kontraktor swasta karena untuk menjaga neraca BUMN karya tetap positif, harus mendapatkan kontrak-kontrak berikutnya dari pemerintah. Itu jalan keluar menyelesaikan utang BUMN karya yang menggunung itu," tutupnya.

Simak Video "Eks Dirut BRI Tolak Dirombak Jadi Bos BTN"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com