Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 29 Agu 2019 17:43 WIB

Peresmian Proyek Aerocity Bandara Kertjati November

Sudirman Wamad - detikFinance
Foto: Sudirman Wamad/detikcom Foto: Sudirman Wamad/detikcom
Cirebon - Mega proyek pembangunan kawasan aerocity di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) bakal direalisasikan. Rencananya, peletakan batu pertama untuk pembangunan kawasan business park I Bandara Kertajati dilakukan pada November mendatang.

Pembangunan kawasan pertama aerocity itu dilakukan oleh PT PP Properti, anak usaha PT PP (Tbk) yang bekerja sama dengan BIJB Aerocity Development. Sales dan Marketing Director PT PP properti BIJB Aerocity Development Rizkita Widodo mengatakan kawasan business park pertama dibangun pada lahan seluas 414,3 hekater. Sekitar 300 hektare dimanfaatkan untuk salah satu apartemen yakni Grand Anila Apartement.

"Rencananya groundbreaking dilakukan pada November mendatang. Tentu kita mengikuti syarat, sesuai dengan penjualan unitnya," kata Widodo kepada awak media di Hotel Luxton Jalan Kartini Kota Cirebon, Jabar, Kamis (29/8/2019).

Lebih lanjut, Widodo mengatakan kawasan aerocity tersebut berjarak sekitar empat kilometer dari BIJB. Selain itu, kawasan tersebut terintergasi dengan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dan akses Light Rail Transit (LRT) yang bakal dibangun di kawasan BIJB.


"Kawasan ini di-support aksesibiltas yang luar biasa. Termasuk akses Tol Cisumdawu, pemerintah menargetkan Cisumdawu selesai pada akhir 2020 nanti. Aksesnya ini masuk ke kawasan aerocity," kata Widodo.

Lebih lanjut, Widodo menyebutkan tentang akses non tol yang bakal dibangun menuju kawasan BIJB. Rencananya pemerintah membangun akses non tol dari KM 158 Tol Cipali menuju ke BIJB.

"Akses non tol dari KM 158 itu direalisasikan pada 2020, langsung ke bandara. Kalau belok ke kiri bandara, ke kanannya aero city," katanya.

Widodo menambahkan kawasan business park tersebut merupakan salah satu dari enam kawasan yang bakal dibangun, yakni business park II, energy center, aerospace park, logistic hub, presedential cluster, dan creative tech center. Kawasan business park itu bakal dilengkapi apartemen, hotel, kemudian rumah sakit dan sebagainya. Ia menilai kawasan aero city memiliki dampak positif badi daerah sekitar, selain daripada nilai investasi yang ditawarkan.

"Daerah sekitar, utamanya SDM akan mendapatkan kesempatan untuk bekerja dengan kawasan yang luasannya begitu besar. Untuk Majalengka kebutuhan SDM bisa full," katanya.

Di tempat yang sama Project Director Grand Anila Apartement Raja M Tobing mengatakan apartemen Grand Anila merupakan apartemen pertama yang bakal dibangun di kawasan aerocity. Apartemen pertama itu bakal memiliki dua tower, masing-masing tower memiliki 845 unit apartemen.

"Penjualannya sudah dilakukan sejak awal Januari, hingga sekarang sudah 260 unit terjual. Artinya sudah ada transaksi 30 persen, rencananya November nanti kita mulai groundbreaking," kata Raja.


Raja menargetkan penjualan unit apartemennya itu rampung pada 2020. Sedangkan, lanjut dia, untuk target pembangunannya bisa rampung pada 2024 mendatang.

Raja menegaskan kawasan aerocity tersebut memiliki nilai investasi yang bagus. "Selesai 2024 paling telat. Ada tiga tahapan pengembangan, fase delapan tahun pertama, kemudian 10 tahun ke dua, dan 12 tahun ke tiga," katanya.

"Kita ini bicara investasi, jadi bulan satu atau dua tahun. Untuk peningkatan harganya selama dua tahun kemungkinan bisa 30 persen, dengan catatan proyek belum rampung ya," tambah Widodo.

Ia menambahkan untuk harga apartemen tersebut senilai Rp 12,5 juta per meternya. "Sudah ada 260 unit yang terjual," kata Widodo.

Simak Video "2020 Bandara Kertajati Layani Penerbangan Haji"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com