Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 06 Sep 2019 18:31 WIB

Proyek Kereta Bandara Solo Masih Terganjal Lahan Warga

Bayu Ardi Isnanto - detikFinance
Ilustrasi kereta bandara solo/Foto: Bayu Ardi Isnanto Ilustrasi kereta bandara solo/Foto: Bayu Ardi Isnanto
Boyolali - Progres proyek kereta bandara Solo masih menyisakan penyelesaian masalah pembelian tanah milik warga. Satu titik jalur kereta di Boyolali belum bisa dibangun.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, mengatakan stasiun pemberangkatan dan kedatangan di Stasiun Balapan dan Bandara Adi Soemarmo sudah selesai dibangun. Progres keseluruhan sudah mencapai 96 persen.

"Sudah 96 persen. Stasiun sudah semua. Tinggal penyelesaian lahan di satu titik saja," kata Budi usai menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jumat (6/9/2019).


Menhub akan melakukan konsinyasi agar segera menyelesaikan masalah lahan tersebut. Menurutnya, masalah lahan akan tuntas tidak sampai sebulan.

"Tinggal konsinyasi saja tanahnya, langsung konstruksi. Enggak sampai sebulan selesai," ujar dia.

Sedangkan konstruksi jalur tersebut ditargetkan rampung dalam sebulan. Pada Oktober 2019 proyek kereta bandara sudah tuntas.

"Oktober sudah selesai," kata Menhub.


Adapun kereta bandara ini tak hanya akan menghubungkan Stasiun Balapan dengan Bandara Adi Soemarmo. Namun nantinya jalur kereta akan diperpanjang sampai Yogyakarta International Airport Kulon Progo.

"Karena di Kulon Progo kan internasional, dari Eropa, Australia, Middle East, kalau mau ke Solo bisa langsung kereta. Tapi sekarang kita baru mikir di Solo dulu," tutupnya.

Simak Video "Setahun Beroperasi, Kereta Bandara Soetta Sepi Peminat"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com