Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 18 Sep 2019 13:13 WIB

Gara-gara Sutet, Tol Japek Layang Nyaris Gagal Dipakai saat Natal

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Tol Japek Layang - Trio Hamdani/detikcom Foto: Tol Japek Layang - Trio Hamdani/detikcom
Jakarta - Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) bisa digunakan saat Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru). Rupanya proyek yang masih tahap penyelesaian ini sempat hampir gagal bisa digunakan saat Nataru.

Project Manager Tol Jakarta- Cikampek II Elevated Fatkhur Rozaq menjelaskan, di KM 17 ada tiang sutet yang bersimpangan dengan jalur tol layang tersebut. Oleh karenanya Tower Sutet harus ditinggikan terlebih dahulu sebelum melanjutkan pekerjaan.

"Ada kendala untuk proyek elevated, ada Sutet di KM 17, di mana, ini yang memang jadi kendala," kata dia di lokasi proyek, KM 17, Rabu (18/9/2019).

Sebelum sutet ditinggikan membuat satu span belum bisa tersambung. Otomatis pekerjaan ke depan belum bisa diselesaikan.


Peninggian Tower Suter itu pun sudah dibahas sampai ke level Kantor Staf Presiden. Proses tersebut pun sempat tertunda dari yang direncanakan April. Itu disebabkan waktunya berbarengan dengan momentum Pemilihan Umum. Sementara peninggian Tower Suter berpotensi mengganggu stabilitas karena menyangkut listrik.

"Di mana pekerjaan atau kegiatan yang berpotensi ada gangguan stabilitas nasional sementara ditunda, sehingga kita baru bisa bekerja setelah Lebaran," sebutnya.

Proses tersebut membutuhkan waktu 7 minggu, dan mengharuskan terjadi 7 kali pemadaman saat Sabtu dan Minggu.



"Saat ini Alhamdulillah kemarin sudah terealisasi peninggian kabel sementaranya di tanggal 8 September, sehingga hambatan untuk menyelesaikan proyek elevated ini sudah tertangani," jelasnya.

Namun sejalan dengan proses peninggian Tower Suter saat itu, tim di lapangan melakukan inovasi dengan melakukan pekerjaan yang sekiranya bisa digarap sambil menunggu Sutet tersambung.

Mereka melakukan pekerjaan pengaspalan yang semestinya baru bisa dikerjakan setelah slap di Sutet tersambung. Saat itu proses pengaspalan baru bisa dilakukan di area yang terbatas.

"Kalau memperhatikan schedule normatif, artinya mengikuti sekuen setelah slap itu tersambung, atau aspal atau pekerjaan di lokasi Sutet itu tersambung, semestinya dibutuhkan waktu minimal 12 minggu. Jadi mestinya itu selesai di minggu kedua Desember kalau mengikuti sekuen pekerjaannya," tambahnya.

Jika itu terjadi maka Tol Japek Layang tidak akan bisa digunakan saat Nataru. Untungnya kondisi itu berhasil diatasi.




Simak Video "Mantap! Tol Japek Gratis Selama Libur Nataru"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com