Saat Insinyur Negara Tetangga Puji Teknologi VCM Hutama Karya

Uji Sukma Medianti - detikFinance
Rabu, 18 Sep 2019 19:30 WIB
Foto: Hutama Karya
Jakarta - Belum lama ini, PT Hutama Karya (Persero) dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR ikut berpartisipasi dalam pameran Conference of ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO) ke-37 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta.

Dalam acara tersebut, Hutama Karya sempat membuat takjub beberapa negara yang hadir dalam pameran pembangun jalan tol tersebut. Salah satunya engineer asal Brunei.

"Proyek yang sangat besar dan menakjubkan. Brunei tidak pernah punya kesempatan untuk mengembangkan proyek sebesar ini. Saya sampai datang dua kali untuk berbicara tentang metode paving jalan tol dengan metode VCM," ujar engineer yang dikutip dari keterangan resmi Hutama Karya, Rabu (18/9/2019).



Metode VCM atau Vacuum Consolidation Method adalah metode yang dipilih untuk mengurangi kadar air dan kadar udara dalam tanah di lokasi pengembangan jalan tol yang tadinya merupakan daerah rawa.

Selain engineer dari Brunei, insinyur dari negara lain yang sempat mampir ke Booth HK & BPJT adalah dari Jepang. Mereka mengaku Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ini benar-benar akan memberikan dampak & manfaat yang luar biasa terutama dalam meningkatkan perekonomian sekitar.

"Konektivitas JTTS ini saya rasa akan mampu meningkatkan perekenomian lokal dan regional. Jalur-jalur pendukungnya pas," ujar engineer asal Jepang tersebut.

Testimoni lainnya pun datang dari engineer negara tetangga, Malaysia. Mereka memuji teknologi VCM yang dinilai efisien dan cocok untuk lahan dengan tanah lunak.


"Kami engineer dari Sabah, melihat proyek super besar seperti ini sangat menarik. Teknologi VCM yang dijelaskan nyatanya bisa lebih efisien dan cocok untuk lahan dengan tanah lunak. Proyek ini hebat," pungkas mereka.

Adapun, pameran yang digelar pada 11-14 September 2019 lalu ini, diinisiasi oleh Persatuan Insinyur Indonesia dan CAFEO.

Gelaran ini diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, serta beberapa jajaran pejabat negara dan BUMN lain.

Dalam kesempatan itu, Jokowi berkeinginan agar negara ASEAN kedepannya saling bersinergi dalam berinovasi untuk membangun pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sehingga negara ASEAN berkembang lebih cepat. (ujm/mpr)