Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 19 Sep 2019 15:41 WIB

Transportasi Canggih Dibangun di Ibu Kota Baru RI, dari MRT hingga LRT

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Ibu Kota Baru RI/Foto: Eduardo Simorangkir Ibu Kota Baru RI/Foto: Eduardo Simorangkir
Balikpapan - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menetapkan lokasi Ibu Kota Negara (IKN) yang baru bakal dibangun di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Hari ini Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk pertama kalinya meninjau lokasi calon ibu kota baru tersebut setelah ditetapkan Jokowi pada Agustus 2019 lalu.

Bersama dengan Gubernur Kaltim Isran Noor, Budi Karya meninjau lokasi calon ibu kota baru tersebut menggunakan helikopter. Dari dalam helikopter, mantan Dirut Angkasa Pura II (AP II) tersebut menyisir lahan dari Balikpapan hingga ke Samboja, Kutai Kartanegara.

Selain itu, Budi Karya juga menyusuri perairan Penajam Paser Utara (PPU) dari pelabuhan Balikpapan Coal Terminal selama kurang lebih dua jam.

"Kita memotret beberapa titik-titik potensial untuk dijadikan ibu kota. Ada sekitar 250.000 Ha yang akan dijadikan ibu kota, di mana ada 2.000 Ha yang akan dikembangkan sebagai pusat pemerintahan. Kita harus cari titik itu karena kita harus pastikan kalau itu jadi titik pemerintahan, maka aksesibilitas ke kota itu dan ke kota yang lainnya harus dekat," kata Budi Karya saat ditemui di Balikpapan, Kamis (19/9/2019).


Budi Karya bilang, pihaknya telah menyiapkan konsep smart city smart mobility untuk menunjang konektivitas di ibu kota baru nanti. Beberapa moda transportasi massal telah disiapkan rencana pembangunannya, mulai dari Moda Raya Terpadu atau Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT), Bus Rapid Transit (BRT), hingga ART atau autonomous rail transit.

"Harus eco friendly karena ini adalah kota masa depan. Kita harus bangun kota yang berkelanjutan. Pergerakan semaksimal mungkin pakai angkutan massal," katanya.

Moda transportasi massal yang dibangun juga tak hanya berbasis darat. Lokasi calon ibu kota baru yang dekat dengan wilayah pesisir memungkinkan dibangunnya infrastruktur konektivitas perairan.

"Kalau lihatnya di sini, bahwa lautnya indah sekali, angkutan kapal juga bisa dan dimasifkan. Jadi ada kapal, bus, kereta api," ungkapnya.


Di ibu kota baru, angkutan massal akan menjadi prioritas sebagai sarana transportasi. Karena berbasis lingkungan, angkutan massal yang dibangun nantinya akan menggunakan listrik yang sumbernya ramah lingkungan.

"Kalau itu terjadi, maka kota baru ini bukan cuma akan jadi ibu kota tapi juga bisa jadi wisata, sehingga orang bisa lihat kota masa depan itu seperti ini," katanya.

Budi Karya bilang pra sarana transportasi pertama yang akan dibangun nantinya adalah rel dan jalan. Kedua pra sarana tersebut dianggap penting untuk mobilitas awal untuk sebuah kota baru.

"Jalan dan kereta antara Balikpapan dan ke sini (lokasi ibu kota baru) harus ada," jelasnya.

Simak Video "Blak-Blakan Budi Karya: Transportasi Pintar di Ibu Kota Negara Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com