Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 01 Okt 2019 13:25 WIB

Banyak Sutet, Konstruksi Kereta Cepat JKT-BDG Molor

Anisa Indraini - detikFinance
Foto: Istimewa/KCIC Foto: Istimewa/KCIC
Jakarta - Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Chandra Dwiputra mengatakan progres pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung (JKT-BDG) telah mencapai 35%. Penyelesaian proyek kereta cepat JKT-BDG ini diperkirakan akan mundur dari target yang sudah ditentukan.

"Saya bilang lewat dari target. Akan mundur beberapa bulan, tapi tidak lama-lama," tutur Chandra saat ditemui di Kementerian Koordinator Perekonomian, Selasa (1/10/2019).

Terhambatnya proses pembangunan kereta cepat JKT-BDG dikarenakan banyaknya kabel Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di sepanjang jalan Bandung.


"Kira-kira SUTET yang crossing ada 31 crossing yang susahnya. Termasuk kemarin yang pengaruh ke Japek Elevated kan di KM 17, itu juga sama. Jadi kena LRT, kena kita juga," katanya.

Menurut Chandra, banyaknya tower SUTET sepanjang jalan Bandung memerlukan banyak waktu untuk mencari lahan penggantinya. Ia berharap kendala tersebut segera diatasi.

Walaupun sedikit molor, Chandra memastikan kereta cepat JKT-BDG tetap beroperasi pada 2021 mendatang.


"Memang ada masalah. Tapi kita harus bekerja ekstra keras dulu. Kita tidak boleh menyerah dulu," harapnya.

Simak Video "Duh! Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ganggu Aktivitas Sekolah"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com