Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 05 Okt 2019 18:20 WIB

Genjot Penumpang, Kereta Bandara Harus Pangkas Waktu Tempuh

Hendra Kusuma - detikFinance
Menhub Budi Karya cek mau jajal kereta bandara di stasiun Manggarai/Foto: Hendra Kusuma Menhub Budi Karya cek mau jajal kereta bandara di stasiun Manggarai/Foto: Hendra Kusuma
Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengaku tidak mempersoalkan jika PT Railink selaku operator kereta api (KA) bandara memberlakukan tiket promo demi menarik penumpang. Meski merestui, Budi Karya tetap mengupayakan agar pihak Railink dan PT KAI (Persero) selaku induk usaha bisa mengatur jarak tempuh headway antar kereta lebih cepat lagi.

"Saya pikir promo boleh dilakukan tapi sebenarnya yang paling efektif itu kalau kita bisa mengatur kecepatan lebih tinggi dan headway lebih pendek," kata Budi Karya di Stasiun Manggarai, Jakarta, Sabtu (5/10/2019).

Mantan Bos Angkasa Pura II ini mengungkapkan, pengaturan kecepatan laju ka bandara yang lebih cepat dan jarak antara kereta satu dengan yang lainnya lebih pendek mampu memberikan kenyamanan bagi penumpang.

"Karena dengan headway lebih pendek maka kesempatan orang untuk efisienkan waktu lebih bagus. Jadi kami memberikan masukan kepada Railink kepada KAI memperhatikan kecepatan dan headway, kalau lebih pendek itu akan lebih baik," jelas Budi.



Saat ini, Railink resmi mengoperasikan ka bandara dari Stasiun Manggarai ke Stasiun Soekarno-Hatta (Soetta). Pada tahap awal, manajemen memutuskan untuk memberikan tiket gratis kepada 100 penumpang pertama dan harga tiket ditetapkan Rp 40.000 hingga akhir Oktober 2019.

Budi Karya berharap tingkat okupansi ka bandara Jakarta bisa melesat ke level 60% dengan adanya perpanjangan operasi dari Stasiun Manggarai.

"Ya sebenarnya kalau bicara peningkatan okupansi kita melihat lebih dari 50% kita harapkan 60%," ujarnya.

Peningkatan jumlah penumpang, dikatakan Budi Karya karena Stasiun Manggarai merupakan titik temu (feeder) bagi masyarakat yang ingin bepergian menggunakan transportasi massal.

"Bayangkan dari Bogor, Depok berapa stasiun itu ke sini semua, dari Bekasi juga ke sini. Sehingga feeder kereta api ke kereta api ini sangat efektif. Tadi banyak beberapa orang pertama kali tahu kereta ini," ungkap dia.



Simak Video "Asyik! Sebentar Lagi KA Bandara Adi Soemarmo-Boyolali Bisa Dinikmati"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com