ADVERTISEMENT

Fakta-fakta Stasiun Gambir yang Mau Pensiun Layani Kereta Antar Kota

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 08 Okt 2019 08:09 WIB
Fakta-fakta Stasiun Gambir yang Mau Pensiun Layani Kereta Antar Kota
Foto: Ari Saputra

Ternyata, Stasiun Gambir ini awalnya cuma tanah rawa, merujuk ke sejarahnya yang dikutip detikcom dari berbagai sumber, Senin (7/10/2019) awalnya daerah Gambir adalah tanah rawa milik Anthony Paviljoen.

Tahun 1697 tanah rawa itu dibeli oleh Cornelis Chastelein, setelah membelinya dia membangun sebuah rumah dengan dilengkapi dua kincir sebagai penggiling tebu. Kemudian, di tahun 1871 bangunan itu diubah menjadi sebuah halte Koningspelin atau berarti halte lapangan raja.

Halte ini kemudian diubah lagi jadi stasiun Weltevreden, dan dibuka pada 4 Oktober 1884 dari sini lah awal cerita kawasan Gambir menjadi salah satu perlintasan kereta. Sejak saat itu hingga tahun 1906, stasiun ini digunakan untuk pemberangkatan tujuan Bandung dan Surabaya.

Masuk tahun 1937, stasiun ini kemudian diresmikan sebagai stasiun Batavia Koningsplein. Hingga akhirnya 55 tahun kemudian tepatnya tahun 1992, stasiun direnovasi secara besar-besaran menjadi stasiun layang dan berubah nama menjadi stasiun Gambir. Sejak saat itu, stasiun ini difungsikan menjadi ruas jalur kereta Jakarta Kota-Manggarai.


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT