Fakta di Balik Tol Cibitung-Cilincing yang Operasinya Mundur ke 2020

Fakta di Balik Tol Cibitung-Cilincing yang Operasinya Mundur ke 2020

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 11 Okt 2019 08:06 WIB
Fakta di Balik Tol Cibitung-Cilincing yang Operasinya Mundur ke 2020
Jakarta - Pembangunan Tol Cibitung-Cilincing terus berjalan hingga saat ini. Beberapa ruas jalan tol ini pun sudah mulai kelihatan bentuknya, presentase pengembangannya sendiri hingga kini sudah 61,24%.

Tol yang akan dibangun sejauh 34 km ini akan masuk dalam sistem besar jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) II. Tol ini pun menjadi ruas terpanjang dalam JORR II, dan akan menghubungkan kawasan industri di timur Jakarta ke pesisir pelabuhan di Jakarta Utara.

Sayangnya, jalan tol ini molor dari target operasi yang awalnya ditetapkan pada akhir tahun ini. Lantas kapan tol ini bisa selesai dan bisa dipakai? Klik halaman berikutnya.

1. Sudah 61,24%, Jalan Tol Bisa Dipakai Pertengahan 2020

Foto: Herdi Alif Al Hikam/detikcom
Direktur Teknik PT Akses Pelabuhan Indonesia, Ari Sunaryono menerangkan, konstruksi tol sepanjang 34 km ini telah mencapai 61,24%. Sementara, untuk pembebasan lahan telah mencapai 80,15%.

Targetnya, di pertengahan tahun 2020 seluruh pembangunannya selesai dan jalan tol bisa digunakan. Paling dekat, Ari mengatakan seksi I tol ini yang hubungkan Cibitung ke Telaga Asih, bisa dibuka pada kuartal I tahun depan.

"Kita harapkan ini bisa selesai semua selesai di Kuartal II 2020, bisa lah sampai Telaga Asih atau fase I itu di kuartal I," ujar Ari di Cibitung, Kamis (10/10/2019).

Pembangunan tol ini sendiri melintasi dua wilayah, yakni Jakarta bagian utara dan Bekasi. Di wilayah Bekasi pengembangannya sudah cukup jauh, dengan 87,75% untuk pembebasan lahan dan 72,11% untuk konstruksinya.

Untuk wilayah Jakarta atau seksi IV, dengan panjang sekitar 4 km, pengembangannya baru hanya 25,14% untuk lahan, dan 19,24% untuk konstruksinya. Nantinya jalan tol akan menghubungkan Tarumajaya ke Cilincing.


2. Molor Dari Target, Apa Masalahnya?

Foto: Herdi Alif Al Hikam/detikcom
Ari mengungkapkan banyak faktor yang membuat target pengoperasian molor, mulai dari aspek teknis sampai soal lahan. Secara teknis misalnya, Ari menyebutkan bahwa sempat terjadi penggantian desain jalan tol.

Jalan yang seharusnya hanya menggunakan timbunan tanah, justru harus menggunakan pondasi tiang pancang.Hal ini pun diamini Pimpinan Proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing Yaya Ruhiya, menurutnya memutuskan penggantian desain pun memakan waktu.

"Pada awalnya ini kan desain timbunan tanah, kemudian ketika ditemukan ada soft soil, dalam banget ada yang 25 m, maka kami redesign. Makan waktu sampai jadinya diputuskan ganti slab on pile, kami putuskan ganti desain," kata Yaya.

Kembali ke Ari, pembebasan lahan yang tidak berbarengan pun disebut jadi masalah. Dia mencontohkan misalnya ada dua bidang tanah yang bentuknya rawa, masalah muncul saat lahan yang mau digarap terhalang aksesnya karena di sebelahnya belum dibebaskan.


3. Sudah Berbentuk, Tol Cibitung-Cilincing Diapit Proyek-proyek Besar

Foto: Herdi Alif Al Hikam/detikcom
Salah satu bagian tol yang sudah rampung digarap adalah interchange alias simpang layang Cibitung. Dari pantauan detikcom, satu lintasan jalan tol sudah mantap dan kokoh terbangun. Bagaikan isian roti lapis alias sandwich, jalan tol ini melintang di tengah himpitan banyak proyek.

Proyek pembangunan jalan tol ini dihimpit oleh banyak proyek lainnya, baik di atas, bawah, maupun samping. Di Cibitung sendiri jalan tol melintang di tengah-tengah, di atasnya ada jalan tol layang Jakarta Cikampek II, lalu di bawahnya ada jalan Jakarta Cikampek yang sudah eksis dan ramai lalu lintasnya.

Di sebelahnya, ada proyek Kereta Kencang Indonesia China (KCIC) Jakarta-Bandung (JKT-BDG) yang sedang dikebut pembangunannya. Para pekerja terlihat sibuk bekerja di atas girder-girder alias tiang penyangga rel elevated.

Interchange Cibitung juga akan tersambung dengan tol Cimanggis-Cibitung yang juga sedang dikebut pembangunannya. Wilayah ini menjadi batas antara dua proyek tol JORR II ini.
Halaman 2 dari 4
(dna/dna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads