Tol yang akan dibangun sejauh 34 km ini akan masuk dalam sistem besar jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) II. Tol ini pun menjadi ruas terpanjang dalam JORR II, dan akan menghubungkan kawasan industri di timur Jakarta ke pesisir pelabuhan di Jakarta Utara.
Sayangnya, jalan tol ini molor dari target operasi yang awalnya ditetapkan pada akhir tahun ini. Lantas kapan tol ini bisa selesai dan bisa dipakai? Klik halaman berikutnya.
1. Sudah 61,24%, Jalan Tol Bisa Dipakai Pertengahan 2020
|
Foto: Herdi Alif Al Hikam/detikcom
|
Targetnya, di pertengahan tahun 2020 seluruh pembangunannya selesai dan jalan tol bisa digunakan. Paling dekat, Ari mengatakan seksi I tol ini yang hubungkan Cibitung ke Telaga Asih, bisa dibuka pada kuartal I tahun depan.
"Kita harapkan ini bisa selesai semua selesai di Kuartal II 2020, bisa lah sampai Telaga Asih atau fase I itu di kuartal I," ujar Ari di Cibitung, Kamis (10/10/2019).
Pembangunan tol ini sendiri melintasi dua wilayah, yakni Jakarta bagian utara dan Bekasi. Di wilayah Bekasi pengembangannya sudah cukup jauh, dengan 87,75% untuk pembebasan lahan dan 72,11% untuk konstruksinya.
Untuk wilayah Jakarta atau seksi IV, dengan panjang sekitar 4 km, pengembangannya baru hanya 25,14% untuk lahan, dan 19,24% untuk konstruksinya. Nantinya jalan tol akan menghubungkan Tarumajaya ke Cilincing.
2. Molor Dari Target, Apa Masalahnya?
|
Foto: Herdi Alif Al Hikam/detikcom
|
Jalan yang seharusnya hanya menggunakan timbunan tanah, justru harus menggunakan pondasi tiang pancang.Hal ini pun diamini Pimpinan Proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing Yaya Ruhiya, menurutnya memutuskan penggantian desain pun memakan waktu.
"Pada awalnya ini kan desain timbunan tanah, kemudian ketika ditemukan ada soft soil, dalam banget ada yang 25 m, maka kami redesign. Makan waktu sampai jadinya diputuskan ganti slab on pile, kami putuskan ganti desain," kata Yaya.
Kembali ke Ari, pembebasan lahan yang tidak berbarengan pun disebut jadi masalah. Dia mencontohkan misalnya ada dua bidang tanah yang bentuknya rawa, masalah muncul saat lahan yang mau digarap terhalang aksesnya karena di sebelahnya belum dibebaskan.
3. Sudah Berbentuk, Tol Cibitung-Cilincing Diapit Proyek-proyek Besar
|
Foto: Herdi Alif Al Hikam/detikcom
|
Proyek pembangunan jalan tol ini dihimpit oleh banyak proyek lainnya, baik di atas, bawah, maupun samping. Di Cibitung sendiri jalan tol melintang di tengah-tengah, di atasnya ada jalan tol layang Jakarta Cikampek II, lalu di bawahnya ada jalan Jakarta Cikampek yang sudah eksis dan ramai lalu lintasnya.
Di sebelahnya, ada proyek Kereta Kencang Indonesia China (KCIC) Jakarta-Bandung (JKT-BDG) yang sedang dikebut pembangunannya. Para pekerja terlihat sibuk bekerja di atas girder-girder alias tiang penyangga rel elevated.
Interchange Cibitung juga akan tersambung dengan tol Cimanggis-Cibitung yang juga sedang dikebut pembangunannya. Wilayah ini menjadi batas antara dua proyek tol JORR II ini.
Halaman 2 dari 4











































