Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 11 Okt 2019 14:59 WIB

Bakal Ada Masjid Ala Abu Dhabi di Solo

Vadhia Lidyana - detikFinance
Ilustrasi. Foto: Facebook Khalid Al Ameri Ilustrasi. Foto: Facebook Khalid Al Ameri
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan sejumlah investasi dari Uni Emirat Arab yang bakal 'keroyokan' masuk RI.

Sederet investasi tersebut di antaranya investasi lahan pertanian di Kalimantan Tengah, Transaksi Kapal LST, pendanaan abadi (Sovereign Wealt Fund/SWF). Lalu, Luhut mengungkapkan, UEA juga akan membangun replika Grand Mosque Abu Dhabi di Solo.

Dalam proyek ini, Pertamina juga akan memberikan dana hibah ke Pemda Solo untuk menunjang pembangunannya.

"Dan Grand Mosque Abu Dhabi itu oleh Crown Prince replikanya dibangunkan di Solo. Ini ada dua skemanya, pertama dari Pertamina yang dihibahkan ke Pemda Solo. Sekarang prosesnya sedang dijalankan tim dari kita akan berkunjung ke Abu Dhabi dan dia juga ke sini," imbuh Luhut di kantornya, Jakarta, Jumat (11/10/2019).

Luhut menjelaskan, nantinya Masjid Raya Solo yang mereplika Grand Mosque Abu Dhabi tersebut akan dijadikan sebagai Islamic Center. Kerja sama ini juga akan berkaitan dengan pelatihan ulama Indonesia oleh ulama-ulama dari Abu Dhabi.

"Dan itu jadi Islamic Center di sana juga di mana Abu Dhabi membantu untuk melatih ulama-ulama kita, dan juga mengajak ulama-ulama dari mereka ke kita," kata Luhut.


Sederet investasi dari UEA di Indonesia tersebut merupakan langkah lanjut pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan, dan juga kunjungan kerja Luhut ke UEA beberapa waktu lalu.

Luhut mengungkapkan, sejumlah investasi UEA ini berjalan sangat lancar. Pasalnya, Presiden Jokowi punya kedekatan khusus dengan Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan.

"Kerja sama dengan UEA sekarang berkembang pesat. Karena, Crown Prince-nya sangat luar biasa. Sama Pak Jokowi begitu dekat, sehingga saya whatsapp-an, dan Presiden juga," tutur dia.

Menurutnya, seluruh kerja sama dengan UEA ini adalah hal yang sangat baik dalam implementasinya, dan masih sesuai target.

"Jadi kalau kita melihat semua agenda ini too good too be true, ini semua on track. Intinya kita harus jemput bola. Saya hampir tiap minggu teleponan untuk melihat perkembangannya," pungkas Luhut.



Simak Video "Komentari Penusukan Wiranto, Luhut Pandjaitan: Jangan Dibesar-Besarkan"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com