Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 14 Okt 2019 20:30 WIB

60% Pembiayaan Proyek Infrastruktur Ditarget Tanpa APBN

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Membangun infrastruktur menjadi prioritas pemerintahan Joko Widodo. Beragam infrastruktur dari jalan hingga bendungan dibangun di periode kepemimpinan pertamanya.

Di periode kedua yang akan datang pun pembangunan infrastruktur pun akan menjadi prioritas pemerintahan. Pembiayaannya pun jadi sorotan, skema kerja sama dengan badan usaha (KPBU) dinilai menjadi andalan.

Salah satunya lewat lembaga Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA), CEO Pina Eko Putro Adijayanto menyatakan potensi pembiayaan lewat PINA memang besar. Pasalnya dari kebutuhan dana Rp 6.200 triliun untuk membangun infrastruktur lima tahun ke depan, hanya 40% saja dari APBN.

"Dari angka secara makro sesuai RPJMN 2020-2024, pembangunan infrastruktur itu butuh Rp 6.200 triliun. Dari situ hanya 40% APBN, sementara sisanya 60% berbasis non APBN," kata Eko di gedung Bappenas, Jakarta, Senin (14/10/2019).


"Dari situ aja sudah keliatan peran KPBU dan utamanya PINA untuk membiayai infrastruktur," lanjutnya.

PINA sendiri merupakan lembaga yang memfasilitasi pertemuan antara investor dengan proyek-proyek pembangunan di Indonesia. Nantinya, proyek tersebut akan dikerjasamakan dan para investor akan mengucurkan dananya.

Eko menegaskan dengan prioritas pembangunan yang masih akan berjalan, peran KPBU khususnya yang diinisiasi PINA akan besar di periode kedua kepemimpinan Jokowi.

"Kebetulan metode ini kan masih baru di era pertama Presiden Jokowi, saya rasa di periode kedua akan aktif lagi ya peran b to b pasti akan didorong," kata Eko.


Dari PINA sendiri pun akan menaikkan target pembiayaannya di tahun 2020. Dia mengatakan Rp 200 triliun pembiayaan pembangunan menjadi target yang akan dikejar PINA di tahun 2020.

"Lagipula kita kan tiap tahun target juga naik terus, tahun depan kita naikkan lagi bisa Rp 200 triliunan ya. Itu cukup baik dan banyak financing lain juga mungkin swasta yang mau langsung," kata Eko.

Di tahun 2019 sendiri PINA menargetkan Rp 84 triliun dana pembiayaan. Hingga Oktober sendiri PINA sudah memfasilitasi pembiayaan sebesar Rp 52 triliun.

Simak Video "Melihat Lagi BJ Habibie Bicara tentang Infrastruktur Negeri"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com