Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 25 Okt 2019 17:31 WIB

Wempi Ungkap Sulitnya Bangun Infrastruktur di Papua

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo (Andhika Prasetia/detikcom) Foto: Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Wakil Menteri PUPR Wempi Wetipo mengaku akan mengejar ketertinggalan pembangunan infrastruktur di Papua, yang selama periode pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum bisa direalisasikan.

Dirinya pun akan berkoordinasi dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam mempercepat pembangunan di Indonesia Timur.

"Banyak pekerjaan yang tidak tuntas di periode pertama karena kurangnya pengawasan. Lalu kedua beliau sampaikan gimana bisa mempercepat proses pembangunan infrastruktur di wilayah timur Indonesia," kata Wempi di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019).


Wempi mengaku bahwa banyak tantangan dalam membangun infrastruktur di Indonesia Timur. Sebab, kondisi geografis yang didominasi oleh pegunungang. Sehingga, distribusi bahan baku pembangunan sulit dikirim.

"Tidak sama seperti di Jawa, di sini mau bangun infrastruktur apa saja bisa karena semua bahannya ada di sini. Di sana itu bervariasi dengan wilayah pesisir dengan wilayah pegunungan," jelas dia.

Lebih lanjut Wempi mengungkapkan bahwa tantangan pembangunan infrastruktur di Indonesia Timur khususnya Papua juga berasal dari harga bahan baku yang sangat tinggi.


Dia mencontohkan seperti harga 1 sak semen bisa mencapai Rp 500 ribu atau berbeda dengan wilayah pesisir yang hanya sekitar Rp 70-Rp 80 ribu per sak.

"Sehingga di sini tidak ada keseimbangan. Presiden telah lakukan terobosan dengan buka isolasi di wilayah pegunungan tengah Papua dengan jalan trans Papua yang sudah dibangun," ungkap dia.

Simak Video "Latar Belakang Pemuda Papua yang Sambangi KSP: Mahasiswa hingga Pilot"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/das)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com