Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 04 Nov 2019 11:47 WIB

Progres Pembangunan Bandara Kulon Progo hingga Lombok

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Halaman 1 dari 2
Foto: Pradito Rida Pertana Foto: Pradito Rida Pertana
Jakarta - Pembangunan infrastruktur dan konektivitas menjadi fokus pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pembangunan infrastruktur itu di antaranya dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I.

AP I sendiri saat ini tengah melakukan pengembangan sejumlah bandara antara lain Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Lombok Praya, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

"Seiring dengan fokus pemerintah pada pengembangan infrastruktur transportasi tersebut, Angkasa Pura I juga terus mendorong pengembangan beberapa bandaranya di wilayah tengah dan timur Indonesia," kata Direktur Utama AP I Faik Fahmi dalam keterangan resminya, Senin (4/11/2019).

Bagaimana progres pembangunan bandara-bandara tersebut? Berikut rinciannya:

Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin

Hingga 20 Oktober 2019, progres proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin yang masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) sudah mencapai 93,6%. Bandara ini ditargetkan dapat mulai dioperasikan dan diresmikan pada akhir 2019.

Dengan adanya terminal baru ini akan menambah kapasitas terminal penumpang menjadi 7 juta penumpang per tahun, lebih besar hampir 5 kali lipat dari kapasitas terminal lama yang hanya dapat menampung 1,5 juta penumpang per tahun. Pada 2018 lalu, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin melayani 3,9 juta penumpang, naik 7,1% dibanding trafik penumpang pada 2017.

Proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin menelan dana sekitar Rp 2 triliun. Pengembangan ini terdiri pembangunan terminal baru, perluasan apron, dan perluasan terminal kargo. Setelah selesai 100%, luas terminal penumpang bertambah menjadi 77.569 meter persegi (kapasitas 7 juta penumpang per tahun) dari 9.043 meter persegi (kapasitas 1,6 juta penumpang per tahun).

Sementara, luas apron bertambah menjadi 129.812 meter persegi yang dapat menampung 16 pesawat narrow body dari 80.412 meter persegi yang hanya dapat menampung 8 pesawat narrow body. Sedangkan perluasan terminal kargo tahap 1 nantinya akan dapat menampung 44.000 ton per tahun dari 22.297 ton per tahun.

Lanjut ke halaman berikutnya >>> (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com