Progres Pembangunan Bandara Kulon Progo hingga Lombok

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 04 Nov 2019 11:47 WIB
Halaman ke 2 dari 2
2.

Bandara Lainnya

Progres Pembangunan Bandara Kulon Progo hingga Lombok
Foto: Muhammad Risanta/detikcom

Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo

Progres pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo telah mencapai 86,4 persen hingga 27 Oktober 2019. Bandara ini ditargetkan dapat beroperasi penuh melayani penerbangan domestik pada 2020. Sedangkan, penerbangan internasional dapat beroperasi penuh pada Maret 2020.

Setelah pembangunan tahap 1 selesai (awal 2020), YIA akan memiliki terminal penumpang 3 lantai seluas 219.000 meter persegi dengan kapasitas 15 juta penumpang per tahun. Lalu, runway sepanjang 3.250 x 45 meter, 4 unit garbarata, luas apron 371.205 meter persegi (kapasitas 22 parking stand) dan luas terminal kargo 12.000 meter persegi (kapasitas 40.300 ton per tahun).

Serta, gedung parkir 3 lantai dengan luasan area 137.280 meter persegi yang mampu menampung hingga ribuan kendaraan.

Bandara Sultan Hasanuddin Makassar

Sementara itu, proyek pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sudah mulai pekerjaan desain dan perluasan terminal 1 serta apron selatan-timur. Hingga 20 Oktober 2019, progres pengembangan terminal sudah mencapai 16,3 persen dan ditargetkan dapat selesai pada awal 2021.

Pada proyek pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin ini terminal penumpang akan diperluas menjadi 166.815 meter persegi yang dapat menampung 15 juta penumpang per tahun, dari luasan terminal eksisting 51.815 meter persegi dengan kapasitas 7 juta penumpang per tahun. Selain itu, apron juga akan diperluas menjadi 385.346 meter persegi (kapasitas 53 parking stand) dari luasan eksisting yang hanya 185.500 meter persegi (kapasitas 42 parking stand).

Bandara lainnya

Selain ketiga bandara tersebut, pada Agustus 2019 lalu perluasan terminal Bandara Adi Soemarmo Solo sudah rampung yang menambah kapasitas menjadi 1,3 juta penumpang per tahun dari kapasitas sebelumnya yang hanya sekitar 800 ribuan penumpang per tahun. Terminal Bandara Adi Soemarmo juga terkoneksi langsung dengan stasiun kereta bandara yang juga sudah rampung. Pada akhir 2019 nanti, stasiun kereta api bandara diharapkan sudah dapat beroperasi.

Selain itu, untuk mendukung pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika yang menjadi lokasi penyelenggaraan MotoGP 2021, AP I juga tengah mengembangkan Bandara Internasional Lombok Praya melalui perpanjangan landas pacu (runway) dari 2.750 meter menjadi 3.330 meter. Lalu, perluasan terminal menjadi 40 ribu meter persegi yang dapat menampung 7 juta penumpang per tahun.

"Pengembangan bandara-bandara Angkasa Pura I dilakukan untuk memperluas konektivitas dan meningkatkan kapasitas trafik angkutan udara di wilayah tengah dan timur Indonesia sehingga dapat mendukung arus wisatawan mancanegara ke berbagai wilayah di Indonesia. Pada akhirnya pengembangan juga dapat mewujudkan target nasional 20 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia pada 2020 bisa terwujud," kata Faik Fahmi.

(ang/ang)
Halaman