Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 11 Nov 2019 18:13 WIB

Menhub Ingin Ongkos LRT Bisa Kompetitif

Angga Laraspati - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Proyek Light Rail Transit Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (LRT Jabodebek) diharapkan dapat lebih kompetitif dari segi harga. Untuk itu Menteri Perhubungan Budi Karya mengharapkan adanya inovasi-inovasi yang dapat mendorong hal tersebut.

"Memang kami berharap ada suatu inovasi untuk membuat suatu inovasi dalam segi efisiensi dari segi harga. Karena jika kita bangun di setiap kota itu dengan suatu harga yang sangat kompetitif pasti memberikan solusi bagi kota-kota yang lain," ungkap Budi Karya dalam keterangan tertulis, Senin (11/11/2019).

Ia mengungkapkan, proyek ini dapat segera diselesaikan karena sudah ada kota-kota lain yang akan segera menyusul membangun angkutan massal LRT, yaitu Surabaya, Bandung, Makassar, dan Medan.


"Kita harapkan ini menjadi satu alternatif atau pilihan angkutan massal yang dapat diandalkan," tutur Budi Karya.

Budi Karya juga mengatakan bahwa LRT Jabodebek ini ditargetkan untuk selesai pada tahun 2021.

"Target bulan Juni-Juli 2021 selesai. Operasional LRT akan dilakukan secara langsung bersamaan pada tahun 2021. Semua rute serentak, tidak bertahap," jelas Budi Karya.

Hal ini ia sampaikan saat menghadiri acara pengecoran terakhir Jembatan Lengkung Bentang Panjang Kuningan LRT Jabodebek, Budi juga mengapresiasi Adhi Karya selaku pelaksana pekerjaan LRT Jabodebek yang telah bekerja dengan baik proyek yang menggunakan pembiayaan dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

"Saya melihat Adhi Karya sangat gigih lakukan proyek ini, ini proyek jadi contoh dari segi struktur tingkat kesulitan dan tingkat kesulitan finansial yang dikerjakan melalui skema KPBU. Dan Adhi Karya bersama PT KAI mengerjakan ini dengan baik dan Pemerintah terus memberikan dukungan," ucap Budi Karya.

Bentangan beton panjang (long span) proyek LRT Jabodebek yang berada di persimpangan Jalan HR Rasuna Said Kuningan dan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan telah diresmikan pada hari ini, Senin(11/11). Dengan adanya peresmian tersebut, maka proyek LRT Jabodebek yang berada di ruas Jalan Gatot Soebroto telah tersambung dengan proyek yang berada di Jalan Rasuna Said, Kuningan.


Proyek yang diresmikan ini bertipe box girder beton dengan radius lengkung 115 meter. Kemudian, panjang bentang utama 148 meter dan beban pondasi pengujian 4.400 ton. Long span ini disebut merupakan yang terpanjang di dunia dan mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Sampai dengan 1 November 2019 progres pelaksanaan pembangunan prasarana LRT Jabodebek Tahap I telah mencapai 67,3%. Rincian progres pada setiap lintas pelayanannya yakni lintas Cawang-Cibubur (86,2%), Lintas Cawang-Kuningan-Dukuh Atas (58,3%), dan Cawang-Bekasi Timur (60,5).

Turut hadir dalam acara ini Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Budi Harto.

Simak Video "Kemenhub Kaget Marak Pelecehan Seksual di Transportasi Umum"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com