Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 15 Nov 2019 14:06 WIB

Pemenang Lelang Bandara Komodo Diumumkan Akhir Bulan

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Ilustrasi. Foto: Wahyu Daniel Ilustrasi. Foto: Wahyu Daniel
Jakarta - Bandar Udara Komodo di Labuan Bajo akan dikembangkan untuk mendukung destinasi wisata di wilayah tersebut. Saat ini, tengah berlangsung proses lelang pengembangan bandara dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Menurut Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) Shana Fatina, pemenang lelang akan diumumkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada akhir November 2019.

"Jadi akhir November ini ditetapkan Kemenhub siapa pemenang lelang pengelolaan bandara dengan skema KPBU. Setelah itu baru tahun depan Januari diserahterimakan ke pengelola yang baru," ujarnya di Labuan Bajo, Jumat (15/11/1019).

"Setelah itu melakukan pengembangan seperti perpanjangan runway, terus penambahan alat navigasi dan beberapa kebutuhan sebelum nanti statusnya jadi bandara internasional," sambungnya.

Dia bilang, ada 5 konsorsium peserta lelang. Namun, dari informasi yang ia terima, yang telah memasukkan proposal baru Changi Airport International Pte Ltd.


"Kalau yang terakhir kan prosesnya udah panjang, sekarang ada tahap request proposal yang baru mengumpulkan katanya Kemenhub baru Changi yang lain belum," jelasnya.

Lebih lanjut, rencananya landas pacu Bandara Komodo akan diperpanjang dari saat ini 2.450 meter menjadi 2.750 meter. Kemudian, terminal akan dilebarkan sehingga mampu menampung 2 juta penumpang.

"Dari 500 ribu mau dijadiin 2 juta tapi untuk 25 tahun jadi 4 juta," ujarnya.

Lebih lanjut, bandara ini merupakan salah satu permasalahan yang membuat target jumlah wisatawan di Kabupaten Manggarai Barat pada tahun ini bakal tak capai target. Tak menerangkan rinci realisasinya, ia menyebut tahun ini target wisatawan mancanegara 500.000 dan wisatawan nusantara 1.000.000.

"Bahwa targetnya 500 ribu Wisman dan Wisnus 1 juta 2019. Kalau ditanya apakah tercapai tahun ini, tidak, karena bandara sebagak critical success factor belum internasional," paparnya.



Simak Video "Jokowi Jadikan Labuan Bajo Wisata Super Premium"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com