Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 15 Nov 2019 21:29 WIB

Pemerintah Putar Otak Bangun Infrastruktur Tanpa Utang

Vadhia Lidyana - detikFinance
Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo (Foto: Agung Pambudhy/detikcom) Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Pemerintah tengah menggarap skema pendanaan dalam pembangunan infrastruktur tanpa meninggalkan jejak utang.

"Selama ini kan kita rely (mengandalkan) pada utang, nah kita ingin dorong supaya ini kita sifatnya investasi dalam bentuk ekuitas," kata Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo usai menghadiri rapat dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, di Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Pria yang kerap disapa Tiko tersebut mengatakan, skema pendanaan itu akan menggunakan investasi asing.

"Seiring dengan pembahasan omnibus law Cipta Kerja, itu kan kita mau menciptakan banyak pekerjaan dan menarik investasi asing. Nah kita lagi berpikir dan brainstorming-lah mengenai bagaimana kita membentuk investasi, membuat investasi baru yang kita bisa men-track yang bisa berinvestasi langsung terhadap proyek-proyek di Indonesia," jelas Tiko.


Adapun jenis infrastrukturnya seperti bandara, pelabuhan, pembangkit listrik, jalan tol, pariwisata, dan sebagainya.

"Malam ini kita bicara khusus mengenai pendanaan investasi, untuk infrastruktur, kan kita ke depan perlu banyak. Macam-macam, ya airport, tol, pelabuhan, pariwisata, kemudian pembangkit listrik," terang dia.

Lebih lanjut, Tiko mengatakan bahwa skema investasi asing ini bisa melalui proyek-proyek yang sudah ada, namun dananya juga bisa dialokasikan untuk proyek baru. Sehingga, investasi tersebut sebagai pemancing para investor kepada proyek-proyek baru.

"Jadi proyek yang sudah ada ini kita gunakan sebagai pancingan untuk orang masuk uangnya dipakai untuk proyek baru. Tapi konsepnya belum jadilah, masih diskusi," imbuh dia.


Salah satu lokasi yang akan dijadikan proyek baru adalah Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tiko mencontohkan, investor asing di kawasan wisata Nusa Dua, Bali yakni Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) bisa juga mengalokasikan dananya untuk proyek infrastruktur pariwisata baru di Labuan Bajo.

"Nah ini kita banyak aset-aset yang sudah jadi sudah operating. Seperti contohnya Nusa Dua ya, Bali, itu kan punya ITDC. Nah ini kan kita sebenarnya bisa menggunakan ini untuk me-leverage (mempengaruhi/memancing) supaya bisa investasi baru di Labuan Bajo. Jadi idenya bagaimana aset yang sudah ada ini kita gunakan untuk modal supaya kita bisa berinvestasi baru," tutup Tiko.

Simak Video "SDA Jadi Fokus PUPR Dalam Pembangunan Infrastruktur 2019-2020 "
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com