Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 18 Nov 2019 19:15 WIB

Perancang Jembatan Lengkung LRT Jabodebek Bicara soal JSS

Danang Sugianto - detikFinance
Arvila Delitriana perancang jembatan lengkung LRT Jabodebek/Foto: Johan 20detik Arvila Delitriana perancang jembatan lengkung LRT Jabodebek/Foto: Johan 20detik
Jakarta - Nama Arvila Delitriana belakangan mencuat. Dia perancang jembatan lengkung bentang panjang (long span) untuk jalur LRT Jabodebek rute Cawang-Kuningan.

Perempuan yang akrab disapa Dina ini berpengalaman dalam membangun jembatan. Puluhan jembatan sudah dia buat sejak 2001.

Dari pengalamannya itu, Dina ternyata sempat ikut terlibat dalam rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS). Dia sempat terlibat lantaran kedekatan dengan pakar konstruksi jalan dan jembatan Jodi Firmansyah.

"Iya (terlibat), karena Pak Jodi itu pakar jembatan, jelas saya dari kuliah sampai saat ini mendampingi beliau terus aja seminar membicarakan itu," ujarnya saat berbincang dengan detikcom, Jumat (15/11/2019).


Dina memandang untuk membangun JSS bukan hal yang mustahil. Namun menurutnya membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mempelajari semua aspek.

"Jadi kalau kita mau mendesain bukan tidak mungkin, tapi memang perlu waktu untuk belajar banyak lagi," tambahnya.

Dia mencontohkan, jembatan megah Great Seto di Jepang saja membutuhkan waktu 15 tahun hingga akhirnya bisa terbangun. Jembatan yang menghubungkan Honshu-Shikoku itu memiliki panjang 13,1 km.


Sementara Selat Sunda sendiri dihitung membutuhkan jembatan sepanjang 27 km. Diperkirakan biaya yang bisa ditelan mencapai sekitar Rp 160 triliun.

"Artinya banyak kendala alam yang Indonesua harus lebih hati-hati dan belajar, karena Jepang saja sangat berhati-hati. Bukan enggak mungkin tapi ada sesuatu yang harus dipelajari," tuturnya.









Simak Video "Asyik! November 2019, LRT Siap Beroprasi"
[Gambas:Video 20detik]
(das/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com