Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 04 Des 2019 18:52 WIB

Menteri PUPR Beberkan Risiko Holding BUMN Konstruksi

Trio Hamdani - detikFinance
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono/Foto: Lamhot Aritonang Menteri PUPR Basuki Hadimuljono/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Wacana pembentukan holding BUMN Infrastruktur mendapat respons dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Menurut Basuki holding BUMN Infrastruktur bakal membuat mempengaruhi kompetisi di antara perusahaan konstruksi pelat merah.

Termasuk dalam urusan tender, jumlah peserta perusahaan pelat merah berkurang.

"Yang tender jadi sedikit sehingga kompetisinya semakin tidak ada. Sekarang kita punya karya delapan perusahaan, kalau mereka di-holding jadi satu, itu tinggal tiga yang bisa ikut tender. Kita menyiapkan dulu yang nasional, jadi buat apa yang besar-besar itu" kata Basuki di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (4/12/2019).


Namun Basuki belum mengetahui rencana Menteri BUMN Erick Thohir yang ingin mengubah konsep super holding menjadi sub holding.

"Saya belum tahu sih sub holding itu seperti apa, apakah yang satu jenis, misalnya yang bangun hotel semua, itu saya belum tahu," sebutnya.

Terkait kelanjutan rencana pembentukan holding BUMN konstruksi, Basuki menyerahkannya ke Erick Thohir.

"(Kelanjutan holding karya) tanya pak Menteri BUMN," tambahnya.



Simak Video "Eks Dirut BRI Tolak Dirombak Jadi Bos BTN"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com