Laporan dari Yokohama

Minato Mirai, Contoh Sukses Pengembangan TOD di Yokohama

Johanes Randy Prakoso - detikFinance
Sabtu, 21 Des 2019 17:00 WIB
Foto: Johanes Randy
Yokohama - Pihak MRT Jakarta tengah menyiapkan sejumlah kawasan Kawasan Berorientasi Transit atau TOD. Soal itu, Indonesia bisa belajar dari proyek Minato Mirai di Jepang.

Dalam program MRT Fellowship 2019, detikcom bersama beberapa rekan media berkesempatan mengunjungi Yokohama Minato Mirai 21 atau yang populer dikenal Minato Mirai 21.

Sebagai informasi, Minato Mirai merupakan sebuah proyek pembangunan kawasan kota modern di Naka-ku, Yokohama, Jepang. Proyek itu pun dibangun oleh Urban Renaissance (UR) Agency, sebuah organisasi semi Pemerintah di bawah Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata (MLITT) Jepang yang memiliki spesialisasi untuk membangun perumahan dan kawasan di Jepang.

detikcom pun berkunjung langsung ke kantornya pekan lalu untuk melakukan study banding soal Transit Oriented Development (TOD) Minato Mirai yang mereka kerjakan. Untuk informasi, TOD sendiri merujuk pada konsep pengembangan transportasi umum lengkap dengan hunian dan fasilitas penunjangnya.

Selaku pengembang, pihak UR pun diberi hak oleh Pemerintah Pusat untuk mengatur kawasan, termasuk juga mengakomodir keperluan pihak swasta di sekitar kawasan TOD.

"Jadi Minato Mirai itu di sebelah sana UR yang mengembangkan. Sebelah sini juga proyek UR tapi yang seberang masih on progres, tapi sebelah sana lagi masing-masing swasta. UR hanya infranya," pungkas Hiroshi Aino, Direktur Divisi Promosi Bisnis UR Agency.

Mundur sejenak ke belakang, dahulu Minato Mirai di Yokohama identik dengan usaha kapal yang kumuh. Namun, inisiatif untuk mengubahnya jadi TOD muncul. Pembangunan hingga reklamasi lahan pun dilakukan untuk mempercantiknya.


"Area ini yang kita kembangkan sejak era Meiji. Seratusan tahun lalu daerah ini memang pabrik kapal. Karena dari dulu kapal gak ada nelayan, tak ada tantangan untuk reklamasi," ujar Hiroshi.

Sebagai pihak yang diberi mandat untuk mengembangkan lahan, UR Agency pun bertugas untuk pengembangan kota baru, mengatur regulasi rumah tinggal, revitalisasi lahan, hingga restorasi pasca bencana.

"Di sini UR Agency punya dua fungsi, pelaksana konsolidasi tanah dan sebagai pemilik lahan (di sekitar kawasan TOD)," ungkap Yosuke Uenaka, Karyawan Senior Divisi Promosi Bisnis UR Agency.

Oleh sebab itu, UR Agency bertanggung jawab langsung untuk melakukan konsolidasi lahan, sekaligus merangkul pihak swasta untuk membangun kawasan di sekitar TOD demi kepentingan bersama.

Melalui proses panjang, saat ini TOD Minato Mirai telah memiliki 6 stasiun yang memanjang sekitar 4,4 Km sejak pertama kali beroperasi tahun 2004 silam. Di sekitarnya pun dapat dijumpai pusat perbelanjaan hingga hunian yang telah terintegrasi satu sama lain.

Minato Mirai pun bukan satu-satunya contoh sukses TOD di Jepang, ada juga TOD Otemachi hingga Umekita. Di Jakarta, konsep ini pun juga tengah dikembangkan oleh pihak MRT Jakarta untuk membangun kawasan di sekitar stasiunnya.



Simak Video "Kerennya Gundam Yokohama Setinggi 18 Meter yang Bisa Bergerak!"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)