Tol Layang Japek Bergelombang, Kemenhub: Maksimal 80 Km/Jam

Akfa Nasrulhak - detikFinance
Selasa, 24 Des 2019 14:15 WIB
Foto: Kemenhub
Jakarta - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menanggapi soal keluhan para pengendara soal konstruksi Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek alias Tol Layang Japek II. Salah satunya adalah jalanan yang bergelombang dan penyambungan dua sisi jembatan atau expansion joint yang kurang rapi.

"Kondisi jalan sudah sesuai dengan prosedur keamanan. Saya memastikan jalan tol ini aman untuk dilintasi. Asalkan mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada dan batasi kecepatan kendaraan minimal 60 km/jam dan maksimal 80 km/jam. Terkadang masih banyak pengendara melaju di atas 80 km/jam," ujar Budi, dalam keterangan tertulis, Selasa (24/12/2019).

Saat memantau arus Tol Layang Japek, pada Senin malam (23/12/2019) itu, Budi mengatakan kecepatan maksimal yakni 80 km per jam. Karena ketika terlalu cepat, lompatan yang diakibatkan sambungan tersebut dapat membuat kehilangan kendali dan membahayakan.


"Di sisi lainnya, sambungan tersebut hanya ada di beberapa titik, artinya akan terus diperbaiki sehingga perjalanan menjadi lebih mulus dan nyaman," ujar Budi.

"Saat saya mendengar persoalan mengenai adanya kemacetan pada saat pintu keluar tol, menurut saya itu hal yang wajar karena kapasitas jalan yang terbatas sedangkan volume kendaraan yang tinggi. Dalam hal ini, kami (Kemenhub) akan terus berkoordinasi dengan Kementerian PUPR, Kepolisian, dan Jasa Marga untuk mengevaluasi hal-hal yang perlu diperbaiki," tambahnya.

Budi menambahkan, hadirnya Tol Layang Japek ini diharapkan pemerintah dapat memudahkan masyarakat dalam menempuh perjalanan menuju Jakarta-Cikampek atau Cikampek-Jakarta. Sehingga dapat memberi solusi terhadap keluhan masyarakat terkait kemacetan dan jarak tempuh yang lama.

Karenanya, lanjut Budi, Kementerian Perhubungan mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri melewati jalan Tol Layang Japek bila kepadatan lalu lintas mulai terlihat.


"Kami mengimbau bagi para pengguna jalan memastikan kondisi kendaraannya dalam keadaan prima dan bensin masih mencukupi. Kami juga terus melakukan koordinasi dengan Jasa Marga selaku operator untuk melakukan patroli di tol layang mengenai persediaan BBM darurat bagi masyarakat yang kehabisan bensin saat berada di atas jalan tol layang," pungkas Budi.

Simak Video "Asyik! Pembayaran Transportasi Massal di Jakarta Bakal Terintegrasi"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/eds)