Kapan Changi Mulai Operasikan Bandara Komodo?

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 26 Des 2019 22:30 WIB
Foto: dikhy sasra
Jakarta - Konsorsium CAS terpilih menjadi pemenang tender proyek pengembangan Bandara Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Proyek ini diusung dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Konsorsium ini nantinya akan berinvestasi sebesar RP 1,23 triliun dengan biaya operasional Rp 5,7 triliun selama 25 tahun atau sampai 2044.

Lantas kapan konsorsium CAS benar-benar mengoperasikan Bandara Labuan Bajo di NTT?

Presiden Direktur CAS, Nurhadijono Nurjadin mengatakan konsorsium akan mulai mengoperasikan Bandara Labuan Bajo pada pertengahan tahun 2020. Pasalnya, setelah penunjukan pemenang harus menyelesaikan kontrak pendanaan dan pengoperasian.

"Kurang lebih 6 bulan (lagi), tapi nunggu kontrak selesai," kata Nurhadijono di di Aula Mezanine, Gedung Juanda I Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (26/12/2019).

Saat ini Bandara Labuan Bajo dikelola oleh Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Sesuai syarat KPBU, maka pihak konsorsium CAS yang terdiri dari PT Cardig Aero Service (CAS), Changi Airports International Pte Ltd (CAI), dan Changi Airports MENA Pte Ltd akan memproses kerja sama pengoperasian.


"Tergantung proses pendanaan dan kontrak, ada penyelesaian penandatanganan kontrak kerja sama, ini kan penunjukan setelah kita negosiasi. Itu biasanya 6 bulan, setelah itu mengoperasikan," ungkap dia.

Dapat diketahui, ruang lingkup yang dikerjasamakan dari proyek KPBU Bandar Udara Komodo adalah merancang, membangun dan membiayai pembangunan seperti pembangunan fasilitas sisi udara yang meliputi perpanjangan dan pengerasan landasan pacu, penambahan apron, stopway dan RESA.

Selain itu, pihak konsorsium juga membangun fasilitas sisi darat yang meliputi perluasan terminal penumpang domestik, pembangunan terminal penumpang internasional, kantor dan gedung, serta fasilitas pendukung lainnya.

Pengembangan Bandara Labuan Bajo dilakukan dalam rangka menyukseskan dan menunjang Kawasan Labuan Bajo di NTT sebagai salah satu kawasan destinasi pariwisata superprioritas. Salah satu tujuan dari proyek ini adalah meningkatkan jumlah penumpang sampai dengan 4 juta penumpang dan kargo sebesar 3.500 ton pada tahun 2044, serta untuk memperluas konektivitas nasional dan internasional.



Simak Video "Destinasi Favorit yang Akan Jadi Super Prioritas"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/fdl)