Basuki Pasrahkan Lahan ke Anies Buat Normalisasi Sungai Ciliwung

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 01 Jan 2020 20:11 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono/Foto: Soraya Novika
Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyampaikan harapannya kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait penyelesaian banjir Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek)

Menurut Basuki, salah satu cara agar Jabodetabek dapat terbebas banjir adalah dengan mengoptimalkan normalisasi terhadap sungai-sungai di kawasan tersebut.

"Mohon maaf bapak Gubernur (Anies Baswedan) selama penyusuran Kali Ciliwung, ternyata sepanjang 33 km (kilometer) itu yang sudah dinormalisasi baru 16 km. Di 16 km itu kita lihat insyaallah aman dari luapan tapi yang belum dinormalisasi tergenang," ujar Basuki ditemui di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (1/1/2020).


Menurut Basuki, semenjak 2017, program normalisasi sungai di seluruh wilayah Jakarta mandek tanpa alasan yang jelas.

"Ya, memang selama 2 tahun ini, sejak 2017 lalu tidak ada tambahan normalisasi di sungai-sungai yang ada," ungkapnya.

Normalisasi sungai tak jalan karena tersendat masalah pembebasan lahan.

"Kendalanya sekarang rumah warga itu bukan di bantaran (sungai) saja, tapi sudah ke palung sungainya, ini juga bukan hal yang mudah (pembebasan lahan)," tambahnya.


Untuk itu, ia menaruh harapan besar kepada Anies untuk segera menyelesaikan masalah pembebasan lahan ini agar normalisasi Sungai Ciliwung bisa dilaksanakan.

"Ini keahlian beliau (Anies Baswedan) untuk persuasif dengan masyarakat. Kami akan mendukung beliau untuk programnya ini bisa ditangani, tanpa itu pasti akan terus menghadapi hal-hal yang terus berulang seperti ini (banjir)," pintanya.

Sebagai informasi, normalisasi Kali Ciliwung dari Jakarta Outer Ring Road (JORR) sampai Manggarai merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Pusat untuk mengendalikan banjir Jakarta. Sedangkan dari hulu ke hilir, pemerintah mengadakan pembangunan bendungan kering Ciawi dan Sukamahi.

Kontrak pembangunan Bendungan Ciawi ditandatangani pada 23 November 2016 dengan kontraktor PT Brantas Abipraya (Persero) dan PT Sacna dengan nilai pekerjaan konstruksi Rp 798,7 miliar.

Pembangunan kedua bendungan itu ditargetkan rampung akhir 2020 mendatang. Padahal, progres konstruksinya masih minim sebab terkendala masalah pembebasan lahan, meski sudah ditangani nyaris 95% dari total lahan yang dibutuhkan.

Simak Video "Aksi Seru Menteri PUPR Basuki Juarai Pertandingan Badminton"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)