Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 10 Jan 2020 10:53 WIB

Cerita Erick Thohir Sambangi Kantor Anies di Minggu Pertama Kerja

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Menteri BUMN Erick Thohir/Foto: Pradita Utama Menteri BUMN Erick Thohir/Foto: Pradita Utama
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bicara mengenai tugas-tugas yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Erick menyinggung hal tersebut dalam acara penandatangan perjanjian kerja sama pendirian perusahaan patungan antara PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) dan PT MRT Jakarta (Perseroda).

Acara ini juga dihadiri Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Erick mengatakan, saat pertama kali bertugas menjadi menteri, Jokowi memberikan tugas berat dengan 12 key performance indicator (KPI).

"Karena memang kalau boleh cerita dari awalnya ketika saya dipanggil Pak Presiden waktu itu, pas saat fashion show pakai baju putih. Beliau memang dari awal memberikan tugas-tugas yang saya rasa sangat amat berat. KPI-nya aja 12," kata Erick di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2020).


Erick mengatakan, KPI itu bakal bisa tercapai jika dua hal terlaksana, yakni kolaborasi atau kerja sama dan membangun ekosistem yang baik. Erick menambahkan, hal itu salah satunya terjadi pada program biodiesel 30% atau B30.

"Karena salah satu KPI selain mempercepat bagaimana instruksi beliau mengenai impor migas makanya kita percepat B30 yang awalnya 2020, akhirnya majukan 2019 dan terbukti dengan pembangunan ekosistem itu harga kelapa sawit naik," ujarnya.

Bukan hanya itu, Erick juga menyinggung soal rencana pengembangan petrokimia yang mandek selama 15 tahun.

"Ini juga yang kita lakukan bagaimana push TPPI karena kan lucu kita ini negara besar sudah punya petrochemical plan nggak jalan-jalan, hampir 15 tahun tapi dengan support Bu Sri Mulyani dengan Pertamina akhirnya mulai berjalan," ungkapnya.


Erick juga bilang, salah satu KPI yang diberikan oleh Jokowi ialah integrasi transportasi. Sebab itu, Erick langsung mendatangi Balai Kota DKI Jakarta tak lama setelah ia menjabat.

"Tentu yang terpenting ketika beliau memanggil saya, salah satu ini juga Pak Gub, makanya minggu pertama saya langsung ke tempat Pak Gub, karena beliau bilang penting sekali menjadi proyek percontohan apalagi jangan sampai nanti dengan ibu kota baru seakan-akan Jakarta ditinggalkan," paparnya.

"Padahal, kalau kita lihat ketika menjadi negara maju tidak mungkin negara maju berdasarkan atau bersandarkan sebuah kota. Kalau kita lihat luar negeri di Amerika, China jumlah kotanya lebih dari 6," tutupnya.

Simak Video "Erick: Jika Industri Pertahanan Mau Maju, Perlu Blueprint 10-15 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com