Proyek LRT Bali Senilai Rp 5 T Digarap RI-Korsel

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 21 Jan 2020 20:45 WIB
Foto: Dok. LRT Palembang
Jakarta - Pemerintah tengah mempersiapkan pembangunan Lintas Rel Terpadu (LRT) di Bali. Rencananya operasional moda transportasi itu bakal mulai terealisasi per 2022 mendatang dan dibangun oleh pihak RI dan Korea Selatan.

Menurut Plt. Direktur Utama PT Nindya Karya Haedar A. Karim, pembangunan proyek itu membutuhkan dana investasi hingga Rp 5 triliun.

Proyek ini akan digarap melalui kerja sama antara PT Nindya Karya bersama dengan Korea Rail Network Authority (KRNA) serta Korea Overseas Infrastructure and Urban Development Corporation (KIND) lewat sebuah penandatanganan Nota Kesepahaman (memorandum of understanding/MoU).

Kesepakatan itu telah ditandatangani ketiga belah pihak sore ini, Selasa (21/1/2020) di Jakarta. Korea Selatan hadir dalam pembangunan proyek tersebut bukan saja sebagai investor melainkan ikut serta sebagai kontraktor proyek tersebut. Teknologi moda transportasi inibpun rencananya bakal didatangkan langsung dari Negeri Gingseng tersebut.


Selanjutnya, penandatanganan MoU ketiga belah pihak itu juga akan melibatkan PT Angkasa Pura I (Persero) dalam waktu dekat.

"Paling lama 3 bulan setelah MoU dengan Angkasa Pura kita akan buat FS [feasibility study]-nya. Kita usahakan tahun ini sudah mulai konstruksinya," ujar Haedar di Gedung BKPM, Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Haedar menambahkan bahwa proyek dengan nilai investasi Rp 5 triliun tersebut menggunakan skema business to business atau tidak menggunakan dana pinjaman.

Terkait komposisi investasinya dari tiap-tiap pihak yang terlibat belum dapat dirinci Haedar karena penandatanganan kerja sama dengan Angkasa Pura sebagai tuan rumah belum dilakukan.

Proyek subway light transportation akan membentang dari kawasan Kuta sepanjang 3,5 kilometer menuju Bandara Ngurah Rai.

"Kami akan buat satu stasiun bawah tanah di Kuta karena Angkasa Pura minta itu menjadi sentral check-in untuk mengurangi kepadatan parkir di bandara," katanya.


Proyek pembangunan LRT ini merupakan salah satu dari sekian banyak kerja sama RI dengan Korea Selatan yang belakangan memang tengah digenjot pemerintah.

Sebelumnya, BKPM telah melakukan penandatanganan MoU dengan KIND demi meningkatkan arus investasi dari Korea Selatan dalam bidang kerjasama infrastruktur dan pembangunan wilayah perkotaan.

Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM Ikmal Lukman dan Executive Vice President l KIND Han Kyu Lim pada perhelatan Business Forum: Invest Indonesia di Seoul, Korea Selatan per 20 September 2019 silam.

Untuk diketahui, menurut data BKPM, investasi asal Korea Selatan didominasi sektor industri mesin dan elektronik (15%); pertambangan (13%); gas dan air (9%); industri sepatu (8%); serta industri karet dan plastik (8%).

Sebagian besar investasinya masih berada di Pulau Jawa, diikuti dengan Kalimantan dan Sumatera. Total realisasi investasi sejak tahun 2014 sampai Triwulan II tahun 2019 ini mencapai US$ 7,5 miliar.

Dengan realisasi investasi mencapai US$ 2 miliar di tahun 2017 dan US$ 1,6 miliar di tahun 2018.

Proyek LRT Bali Senilai Rp 5 T Digarap RI-Korsel


Simak Video "Santuy Abis, Resto Jakarta Ini Nuansanya Mirip Pantai Bali "
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)