Musim Hujan Masih Panjang, Ini Jurus Pemerintah Antisipasi Banjir

Trio Hamdani - detikFinance
Minggu, 26 Jan 2020 16:25 WIB
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

BMKG memprediksi puncak musim hujan tahun ini terjadi pada Februari-Maret. Jika tidak diantisipasi maka banjir akan terus terjadi ketika hujan deras. Lantas apa langkah pemerintah?

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mendata ada 180 titik banjir di Jabodetabek karena hujan deras di awal Januari. Untuk meminimalisir banjir yang masih mengancam, pihaknya melakukan perbaikan infrastruktur penangkal banjir.

"Beberapa drainase kita (tingkatkan). Misalnya kayak Halim, itu kolam retensinya kan dalam 2 meter kita gali jadi 5 meter dan sebagainya," kata Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Danis Sumadilaga saat dihubungi detikcom, Minggu (26/1/2020).

Namun untuk saat ini perbaikan maupun penyempurnaan yang dilakukan terhadap infrastruktur penangkal bajir baru bersifat sementara karena bersifat darurat. Nantinya akan dilakukan secara permanen.

"Iya, ada yang bersifat darurat, permanennya belum. Kan nanti takut hujan, ini kan yang (tanggul) jebol, kan kalau permanen perlu waktu ya. (Sementara) kita pasang bronjong, kita pasang karung-karung pasir, dan sebagainya," lanjutnya.

"Kementerian PUPR kan sudah identifikasi di daerah Jabodetabek saja kemarin kurang lebih 180 titik (banjir) kurang lebih, ada yang tanggulnya jebol, ada yang karena pompa, karena drainasenya, salurannya, kolam retensinya, ada itu 180 titik sudah kita inikan. Nah kita adakan penanganan darurat sampai ke area tol juga sudah," tambahnya.Hasil pengecekan di lapangan, Danis menjelaskan sejumlah faktor yang membuat terjadinya banjir.

Sementara itu, Walikota Jakarta Timur M Anwar yang wilayahnya banyak terdampak banjir mengatakan, penyebab wilayah Jakarta Timur banyak tergenang adalah karena lokasinya dilintasi banyak sungai seperti Kalimalang dan Kanal Banjir Timur.

Menghadapi masalah itu, pihaknya terus waspada menanggulangi dampak banjir. Selain berupya membuat genangan cepat surut, pihaknya juga terus meningkat kewaspadaan bila ada warga terdampak banjir yang butuh bantuan darurat.

Diakuinya, pemerintah tak bisa bergerak sendiri dalam melakukan penanganan dan penanggulangan dampak banjir. Menurut dia, kerja sama dengan para pemangku kepentingan, seperti BUMN, BUMD, TNI-Polri, masyarakat, juga swasta, telah berjalan baik dan sangat membantu.

Musim Hujan Masih Panjang, Ini Jurus Pemerintah Antisipasi Banjir



"Kami tentu tidak dapat bekerja sendiri mengatasi persoalan ini. Saya memberikan apresiasi tinggi kepada semua pemangku kepentingan. Salah satunya Aetra, yang telah memberikan bantuan air bersih," kata Anwar.



Simak Video "Konawe Utara Banjir Parah, 3 Kecamatan Terisolasi"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/zlf)