Atasi Dampak Banjir Jakarta, Semua Pihak Harus Turun Tangan

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 28 Jan 2020 17:23 WIB
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriono (kiri) meninjau terowongan (underpass) yang terendam banjir di Kelurahan Kalinyamat, Tegal, Jawa Tengah, Minggu (26/1/2020). Banjir setinggi satu meter yang merendam underpass penghubung pemukiman warga ke jalur Pantura itu mengganggu aktivitas warga. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/wsj.
Foto: Antara Foto
Jakarta -

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan, dalam hal mengatasi dampak banjir Jakarta dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak mengingat Jakarta merupakan ibu kota negara.

"Kalau ditanya kenapa sampai turun? Ini Ibu kota negara semua harus tanggung jawab. Tidak ada lagi soal kewenangan," ungkap Basuki di ruang rapat komisi V DPR, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Senada, Walikota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko juga mengatakan bahwa butuh kerja sama termasuk dengan berbagai pihak untuk mengatasi dampak banjir.

"Langkah cepat pengiriman mobil tangki melalui RT, RW dan kelurahan setempat terdampak adalah solusi terbaik bagi penyediaan dan pelayanan air bersih di lokasi pengungsian, rumah sakit, tempat ibadah maupun lokasinya warga lainnya" jelas Sigit.

Kepada satgas Air bersih yang terdiri dari PAM Jaya dan mitra kerjanya di Jakarta Utara yakni PT Aetra Air Jakarta, Sigit meminta agar rumah sakit juga menjadi prioritas pengiriman air bersih karena alasan kemanusiaan.

Sejumlah rumah sakit, dan Posko Pengungsian yang mendapat suplai air bersih pada saat bencana banjir di Jakarta Utara adalah Posko Kelurahan Sukapura, Kelurahan Rawa Badak Utara, RS Koja, RS Islam Sukapura, RS Tugu dan sejumlah rumah sakit swasta lainnya.



Simak Video "Pesisir Jakarta Utara Dilanda Banjir Rob"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)