Ada Sistem Persinyalan Baru di Kereta Cepat, KCIC Lapor Luhut

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 31 Jan 2020 20:00 WIB
Terowongan 1 Kereta Cepat Jakarta-Bandung sudah mulai dibor oleh mesin bor raksasa yang dibawa dari China. Seperti apa penampakannya?
Foto: Istimewa/KCIC
Jakarta -

Kereta cepat Jakarta Bandung memiliki sistem sinyal baru. Dirut PT KCIC Chandra Dwiputra mengaku kaget dengan sistem persinyalan baru ini.

Makanya dia pun mau melaporkan sistem baru ini ke pemerintah lewat rapat koordinasi di kantor Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Rakor ini pun dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate.

"Ini kan masalah frekuensi mau seperti apa, jadi karena tadi ada kabar baru, yang terus terang saya kaget. Sehingga harus saya cek seperti apa dan dilaporkan," kata Chandra usai rapat di kantor Luhut, Jakarta Pusat, Jumat (31/1/2020).

Dia enggan bicara banyak seperti apa bentuk persinyalan baru ini. Hanya saja Chandra mengatakan persinyalan ini sudah di atas jenis GSM bahkan LTE.

"Kalau sinyal ada GSM ada LTE, nah ini ternyata di atasnya lagi. Jadi saya harus pastikan dulu," kata Chandra.

Kalau menurut Menkominfo Johhny G. Platte, soal persinyalan kereta cepat menurutnya kini masih menunggu keputusan China sebagai negara pemilik teknologi. Frekuensi mana yang mau dipilih.

"Untuk radio komunikasi yang kita sambil menunggu yang dari Tiongkoknya apa keputusannya, pilihan frekuensi yang mana. Ya peralatannya peralatan dari China. Hanya nanti peralatan China harus memilih radionya itu pake frekuensi yang mana," kata Chandra.

"Ibaratnya jalan, mau pake jalan yang mana, jalan yang bawah, apa yang tengah atau yang atas," lanjutnya.

Ada Sistem Persinyalan Baru di Kereta Cepat, KCIC Lapor Luhut


Simak Video "Proyek Kereta Cepat Disetop, Tapi di Tegalluar Masih Kerja"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)