Menhub Minta Airin Cari Duit Buat Proyek MRT Tangsel

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 05 Feb 2020 06:43 WIB
Wali Kota Tangsel Airim Rachmi Diany mendatangi kantor KPK, Jumat (31/8). Airin mengaku diminta masukan terkait draft rencana nasional pencegahan korupsi.
Menhub Minta Airin Cari Duit Buat Poryek MRT Tangsel. Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Rencana pembangunan MRT ke Tangerang Selatan kian nyata. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan saat ini proyek tersebut telah masuk dalam Rancangan Induk Transportasi Jakarta (RITJ).

Menurutnya, perwujudan proyek tersebut kini hanya soal mencari pendanaan saja.

"RITJ sudah masuk, tapi kita lagi tekankan tentang pendanaan," kata Budi Karya di hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, Selasa (4/2/2020).

Budi Karya mengatakan butuh dana sekitar Rp 20 triliun untuk menyambungkan MRT ke Tangerang Selatan. Angka tersebut merupakan perkiraan dengan asumsi dana pembangunan MRT per kilometernya Rp 1 triliun.

Budi menyebut biaya pembangunan MRT setiap kilometernya bisa menghabiskan Rp 800 miliar hingga Rp 1 triliun. Adapun sesuai pra-FS, panjang MRT dari Lebak Bulus menuju Rawa Buntu panjangnya mencapai 20 km.

"Kalau jalannya MRT itu kira-kira 1 km menghabiskan Rp 800 miliar sampai Rp 1 triliun. Kalau di Tangerang Selatan ada 20 km panjangnya, ya bisa jadi Rp 20 triliun," ungkap Budi Karya.

Untuk itu dia mendorong Pemkot Tangsel mulai menggandeng pihak swasta dalam rangka menyelesaikan masalah pembiayaan.

"Saya harapkan ada KPBU dengan Pemkot Tangsel. Makanya kita set-up rencana itu lebih konkret sehingga investor lebih tertarik," kata Budi Karya.

Di kesempatan yang sama, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan bahwa proyek pembangunan MRT Tangsel dipastikan akan dilakukan dengan skema KPBU pembiayaannya. Hingga kini pihaknya akan mulai mencari pihak swasta untuk didekati dan bisa bekerja sama membangun MRT Tangsel.


"Kami akan lakukan konsep yang disampaikan pak Menteri soal KPBU, karena begitu besar pembiayaannya. Proses masih panjang. Kan baru pra FS yang dibuat PT MRT dan diberikan ke BPJT. Nanti ada beberapa tahapan untuk ke KPBU," sebut Airin.

Untuk itu Airin mengatakan pihaknya sudah mengusulkan agar proyek MRT yang hubungkan Lebak Bulus hingga Rawa Buntu ini masuk menjadi proyek strategis nasional alias PSN. Bagaimana rencana Airin?

Selanjutnya
Halaman
1 2