Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 10 Feb 2020 23:00 WIB

'Dicolek' Andre, Bos KAI Sebut Investasi Rp 3 T di Kereta Cepat JKT-BDG

Vadhia Lidyana - detikFinance
Direktur Utama PT KAI Dirut PT KAI Edi Sukmoro/Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyinggung proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB). Politikus Partai Gerindra itu meminta Dirut PT KAI (Persero), Edi Sukmoro, mengungkap investasi di proyek kereta cepat.

"Saya dengar bahwa Bapak (Dirut KAI Edi Sukmoro) diminta investasi lagi, taruh uang lagi untuk kereta cepat. Saya harap tolong dicatat, dipertimbangkan ulang untuk Bapak taruh uang. Berapa triliun Pak?" tanya Andre kepada Edi Sukmoro dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi VI, di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (10/2/2020).

Menjawab pertanyaan Andre, Edi menjelaskan KAI akan menyuntikkan modal di proyek KCJB sebesar Rp 3 triliun. Tahun ini, KAI akan menggelontorkan Rp 400 miliar terlebih dahulu.


"Tahun ini Rp 400 miliar. Nanti totalnya Rp 3 triliun," ungkap Edi.

Atas jawaban Edi, Andre meminta agar PT KAI tegas dalam penugasan yang diberikan Kementerian BUMN ini. Tujuannya memang menyukseskan proyek KCJB, namun ia menilai PT KAI dapat dirugikan. Apalagi PT KAI bukan operator KCJB, melainkan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Andre juga menyinggung soal sumber daya manusia (SDM), khususnya masinis dari PT KAI yang akan dialihkan ke KCJB.

"Sudah KAI disuruh kasih duit, enggak dapat hak operator, masinis juga mau diembat. Ini mungkin pimpinan bisa di highlight di catatan, kereta cepat harus menguntungkan kita. Jangan sampai menjadi beban itu satu ya. Tolong diingatkan Pak Menteri (BUMN Erick Thohir) kami pertanyakan itu. Jangan sampai duit kita diembat, masinis kita diembat, kita nonton di kandang sendiri," ucapnya.

Ia pun meminta di rapat selanjutnya, Komisi VI DPR RI membahas kembali terkait hal ini dengan Erick Thohir.

"Kalau bisa nanti di rapat kerja dengan Menteri ini jadi catatan kita. Jangan sampai KAI jadi penonton di rumah sendiri, jangan kita kasih kesempatan China saja yang berkuasa di negara kita. Kan Kereta Cepat Indonesia China? Enggak ada yang salah dari omongan saya," pungkas Andre.



Simak Video "Proyek Kereta Cepat Disetop, Tapi di Tegalluar Masih Kerja"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com