Pengembangan Pelabuhan Batu Ampar Dimulai Maret

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 12 Feb 2020 15:54 WIB
Direktur BPJS Ketenagakerjaan  Elvyn G Masassya saat menghadiri pembahasan BPJS Ketenagakerjaan dan pemberian keterangan kepada awak media mengenai BPJS Ketenagakerjaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (16/12/2014).
Dirut Pelindo II Elvyn G Masassya/ Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta -

Proyek pengembangan Pelabuhan Batu Ampar mulai dikerjakan pada Maret 2020. PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/ IPC (Indonesia Port Corporation) akan memberi dukungan langsung bagi optimalisasi pengelolaan dan operasional Pelabuhan Batu Ampar, yang merupakan pelabuhan utama di Pulau Batam.

"Untuk tahap awal, pengembangan dilakukan dengan memperbaiki infrastruktur serta fasilitas kepelabuhanan, terutama di sisi utara pelabuhan, yang akan dimulai pada bulan Maret 2020" kata Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya, usai pertemuan tindak lanjut rencana pengembangan Pelabuhan Batu Ampar, di kantor BP Batam, Pulau Batam, Kepulauan Riau, dalam keterangan tertulis, Rabu (12/2).

Sebelumnya, pada 7 Januari 2020 IPC dan BP Batam telah menandatangani perjanjian awal (head of agreement) tentang penyiapan kerja sama pengoperasian dan pengembangan Pelabuhan Batu Ampar beserta area pendukungnya.

Elvyn menjelaskan Pelabuhan Batu Ampar sangat potensial dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan industri dan menciptakan pasar baru, mengingat posisinya yang strategis di Selat Malaka. Dengan pengelolaan pelabuhan yang berstandar international diharapkan dapat meningkatkan daya saing pelabuhan Batu Ampar dan hal ini tentunya Akan membawa dampak positive untuk kemajuan perekonomian di Batam dan sekitarnya.

"Sudah saatnya kapal kontainer ukuran besar yang banyak melintasi Selat Malaka bisa berlabuh di Pelabuhan Batu Ampar. Untuk memfasilitasi kapal besar itu, salah satu infrastruktur yang akan dikembangkan adalah kolam dermaga, yang akan diperdalam sehingga draft-nya seragam menjadi 12 meter di bawah permukaan laut," jelasnya.

Area penumpukan kontainer juga akan diperluas, dari yang ada sekarang 2 hektar menjadi 12 hektar. Di sisi operasi, kinerja bongkar muat peti kemas akan ditingkatkan dari rata-rata 5 boks kontainer per jam menjadi minimum 20 boks kontainer per jam.

"Peningkatan kapasitas container handling ini sangat penting agar pelayanan bongkar muat lebih cepat, lebih mudah dan efisien," tambahnya.

Menurut Elvyn, pengembangan tahap awal Pelabuhan Batu Ampar ditargetkan selesai September 2020, dengan kapasitas bongkar muat meningkat menjadi 600.000 TEUs (Twenty foot Equivalent Unit -satuan terkecil ukuran peti kemas) dalam setahun. Sistem operasi pelabuhan juga distandarisasi sebagaimana pelabuhan-pelabuhan yang dikelola IPC.


"Ke depan, Pelabuhan Batu Ampar akan menerapkan gate system. Alur keluar masuk truk kontainer bisa lebih cepat dan teratur. Area terminal peti kemas yang merupakan area terbatas (restricted area) menjadi lebih steril dan aman," katanya.

Di sisi laut pelabuhan, lanjutnya, IPC akan menerapkan aplikasi MOS (Marine Operating System), yang merupakan aplikasi digital pelayanan kapal pandu dan kapal tunda agar efisien. Kemudian di area terminal bongkar muat, Pelabuhan Batu Ampar akan dilengkapi Terminal Operating System yang juga berbasis digital untuk mempercepat proses bongkar muat peti kemas dari kapal ke area penumpukan peti kemas maupun sebaliknya.



Simak Video "Pelayaran Perdana di Pelabuhan Mamuju, Jumlah Penumpang Dibatasi"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/fdl)