Pacu Integrasi, Anies Singgung Kesalahan Pembangunan Masa Lalu

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 17 Feb 2020 12:10 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Foto: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) fase II akan terintegrasi dengan semua mode transportasi umum yang ada di Jakarta.

Dia memastikan semua transportasi di Jakarta akan terintegrasi, mulai dari MRT, bus rapid transit (BRT) alias bus Transjakarta, hingga kereta ringan Lintas Rel Terpadu (LRT).

"Jadi fase 2 ini semua stasiun didesain untuk bisa terintegrasi dengan moda transportasi umum lain. Sekarang, semuanya sudah dirancang untuk terintegrasi. Dan ini akan dilakukan untuk seluruh pembangunan transportasi umum, MRT maupun BRT, maupun LRT sebagai satu kesatuan," ungkap Anies saat hadiri penandatanganan kontrak kerja paket MRT CP 201 di Stasiun Bundaran HI, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2020).

Anies tidak ingin ada pembangunan yang tidak saling terintegrasi dengan pembangunan lainnya.

Dia mencontohkan pembangunan jalur Transjakarta koridor 13 yang tak terintegrasi dengan jalur MRT Lebak Bulus-Bundaran HI. Padahal kedua moda tersebut seharusnya bisa saling terintegrasi mengingat keduanya merupakan proyek milik Pemprov DKI Jakarta.

"Dengan begitu kita nanti tidak menemukan ada lagi masalah seperti yang pada bulan lalu kita sempat lakukan groundbreaking-nya, mengintegrasikan antara koridor 13 Transjakarta dengan stasiun MRT ASEAN fase 1 kemarin," kata Anies.

Sebelumnya, Anies pernah menyinggung soal tidak terintegrasinya MRT Asean dengan Transjakarta koridor 13. Menurutnya penumpang yang ingin meneruskan perjalanan dari Transjakarta ke MRT harus berjalan cukup jauh.

"Kalau Koridor 13, naik itu, mau pindah ke MRT, gimana coba nanti? Jauhnya luar biasa. Stasiun MRT-nya di mana, lintasan TJ-nya di mana. Dua-duanya milik kita loh itu," kata Anies di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11/2018) silam.

Belum lama ini, Anies sendiri baru saja meresmikan pembangunan skybridge alias jembatan layang yang menghubungkan antara MRT Asean dengan Transjakarta koridor 13 halte CSW. Pembangunan jembatan layang ini diharapkan akan mempermudah akses masyarakat khususnya pengguna TransJ.

Desain jembatan layang ini adalah hasil sayembara yang diadakan oleh Pemprov DKI Jakarta. Peserta atas nama Patrisius Marvin Dalimartha terpilih dengan desain bernama Cakra Selaras Wahana sebagai pemenang dan mendapatkan hadiah sebesar Rp 160 juta.

Fase pertama pembangunan jembatan integrasi itu ditargetkan selesai pada Agustus 2020 mendatang. Sementara, untuk fase ke dua ditarget selesai akhir tahun ini.



Simak Video "Akibat Corona, Proyek MRT Bundaran HI-Harmoni Molor"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)