Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 17 Feb 2020 19:45 WIB

Seputar Kereta Cepat Jakarta Bandung yang Digarap China

Puti Yasmin - detikFinance
Kereta Cepat Jakarta-Bandung Kereta Cepat Jakarta Bandung/Foto: Tim Infografis, Mindra Purnomo
Jakarta -

Kereta Cepat Jakarta Bandung tengah dalam tahap pembangunan. Proyek ini dibangun oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang merupakan konsorsium BUMN Indonesia dengan konsorsium China Railways.

Presiden Joko Widodol (Jokowi) melakukan groundbreaking pada 206 lalu di kebun teh Walini, Cikalong Wetan, Bandung Barat, Jawa Barat. Pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung diharapkan mampu mengatasi masalah kemacetan.

Berikut fakta-fakta Kereta Cepat Jakarta Bandung:

1. Sejarah Singkat

Pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung awalnya digagas di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Awalnya, studi kelayakan dilakukan oleh Bappenas, Kemenhub, dan BPPT bersama Japan Internasional Corporation Agency (JICA).

Namun, studi saat ini dilakukan untuk membangun kereta semi cepat Jakarta-Surabaya. Namun, setelah melalui berbagai pertimbangan akhirnya diputuskan membangun rute Jakarta-Bandung terlebih dahulu.

Pemerintah pun membuka lelang proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung. Dari kegiatan itu, Jepang dan China sama-sama menawarkan proposal pinjaman.

Hasilnya, pemerintah memilih proposal China yang menawarkan pinjaman US$ 5,5 miliar dengan jangka waktu 50 tahun dan tingkat bunga 2% per tahun. Sedangkan, proposal pinjaman Jepang masa waktu 40 tahun dengan bunga 0,1% ditolak.

Kereta Cepat Jakarta Bandung pun digarap oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dengan skema business to business.

2. Dana

Dana proyek kereta cepat Jakarta Bandung awalnya dihitung sebesar US$ 5,988 miliar. Namun, saat ini dana tersebut membengkak menjadi US$ 6,071 miliar atau sekitar Rp 81,96 triliun (kurs Rp 13.500).

Namun hingga saat ini pembangunan masih dilakukan karena sempat terkendala pembebasan lahan Kereta Cepat Jakarta Bandung. Hanya saja, per Desember 2019 pembebasan lahan telah mencapai 99% dan pembangunan rampung lebih 30% per November.

3. Jalur

Peta jalur Kereta Cepat Jakarta Bandung akan memiliki panjang mencapai 142,3 km. Rencananya, akan ada empat stasiun pemberhentian, yakni Stasiun Halim, Karawang, Walini, hingga Tegalluar, Badung,

Dari jalur tersebut sebanyak 80 km dibangun layang atau elevated. Sedangkan, sisa jalur Kereta Cepat Jakarta Bandung digarap di atas tanah yang di antaranya melalui terowongan menembus bukit.

4. Waktu Tempuh Cuma 36 Menit

Kereta Cepat Jakarta Bandung berapa jam? Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom waktu tempuh Jakarta-Bandung hanya akan memakan waktu selama 36 menit.

Waktu tempuh Kereta Cepat Jakarta Bandung tersebut bila tidak melakukan pemberhentian di stasiun. Namun, bila melakukan pemberhentian di setiap stasiunnya akan memakan waktu 46 menit.

Adapun, Kereta Cepat Jakarta Bandung akan menggunakan tipe kereta CR400AF yang memiliki desain mencapai 420 km per jam dan kecepatan operasional 350 km per jam.

5. Harga Tiket

Kereta Cepat Jakarta Bandung akan memiliki tiga kelas, yakni VIP, kelas 1, dan kelas 2. Dari kelas tersebut harga tiket yang dijual berbeda-beda.

Hanya saja, mereka belum menetapkan besaran tiket Kereta Cepat Jakarta Bandung karena masih akan melakukan kajian. Meski begitu, harga tiket kelas 2 tidak akan lebih dari Rp 300.000.



Simak Video "Proyek Kereta Cepat Disetop, Tapi di Tegalluar Masih Kerja"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/lus)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com