3 Bandara di Ibu Kota Baru Bakal Dikelola 1 Operator

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 26 Feb 2020 11:59 WIB
Presiden Joko Widodo akan segera memindahkan ibu kota pemerintahan ke Kalimantan. Begini desainnya.
Ilustrasi/Foto: Kementerian PUPR
Jakarta -

Pemerintah akan menyatukan pengoperasian bandara-bandara di ibu kota baru. Hal ini dilakukan guna menarik minat investor mengelola bandara-bandara tersebut.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa bandara yang akan disatukan pengoperasiannya adalah bandara Balikpapan yang dioperasikan Angkasa Pura (AP) I dan Bandara Samarinda yang dioperasikan Kemenhub.

Kemudian ada lagi satu bandara internasional yang sedang direncanakan mau dibangun, akan digabungkan juga pengoperasiannya.

"Bandara akan lebih konkret. Jadi kita akan di-bundling tiga bandara menjadi suatu korporasi itu Balikpapan yang punya AP I, Samarinda yang punya Kemenhub dan kita membangun bandara internasional di IKN itu," kata Budi Karya di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2020).

Nantinya bandara-bandara ini akan dikelola oleh satu operator gabungan. Pengelolaannya akan dikolaborasikan dengan pihak investor swasta lokal maupun asing. Sehingga, menurut Budi Karya, pengembangan tiga bandara ini tak banyak mengambil uang APBN.

"Itu menjadi satu operator, nanti kita undang kolaborasi asing dan lokal sehingga investasi untuk bandara tidak keluar dari APBN. Tapi dari swasta yang investasi di situ," ungkap Budi Karya.

Kemudian, Budi Karya juga menjelaskan di ibu kota baru, pemerintah akan membangun bandara internasional baru yang jaraknya 15 km dari pusat kota ibu kota baru. Pembangunannya akan dimulai pada 2021.

"Nanti ada bandara ketiga. Titiknya belum tahu tapi kira-kira 15 km dari pusat kota. Ini KPBU. Mestinya akhir 2021 (mulai dibangun)," ungkap Budi Karya.

3 Bandara di Ibu Kota Baru Bakal Dikelola 1 Operator


Simak Video "Kata Tsamara Amany Soal Pemindahan Ibu Kota di Tengah Pandemi "
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)