Pemkab Dompu Hibahkan 30 Ha Lahan Buat Pelabuhan Penghubung Tol Laut

Nurcholis Ma - detikFinance
Kamis, 27 Feb 2020 17:40 WIB
Ditjen Hubla
Foto: Ditjen Hubla
Jakarta -

Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat menghibahkan Barang Milik Pemerintah Daerah berupa tanah untuk pembangunan Pelabuhan Nusantara penghubung tol laut. Tanah seluas 30 hektare tersebut berada di di Desa Mbuju, Kecamatan Kilo, Dompu, Nusa Tenggara Barat.

Perjanjian Penetapan Hibah ditandatangani langsung oleh Bupati Dompu Bambang M. Yasin dengan Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Arif Toha di Ruang Sriwijaya Kantor Kementerian Perhubungan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Arif Toha mengatakan, pihaknya menyambut baik adanya kerja sama ini karena menjadi awal yang baik untuk bersinergi mewujudkan pembangunan di daerah Kabupaten Dompu sesuai dengan perkembangan dan perencanaan.

"Hal ini menjadi satu bukti sinergitas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam rangka menyukseskan program konektivitas nasional dan juga dukungan pemerintah pusat pada pertumbuhan ekonomi di daerah," ujar Arif dalam keterangannya, Kamis (27/2/2020).

Menurut Arif, pelabuhan adalah suatu simbol yang bisa menggerakkan perekonomian di daerah di mana civitas perdagangan dan distribusi hasil pertanian maupun hasil industri di suatu daerah bisa terdistribusi ke seluruh wilayah nusantara.

Sebelum suatu pelabuhan dibangun, terdapat beberapa tahap yang harus dilalui mulai dari studi kelayakan teknis, ekonomi, finansial maupun lingkungan serta membuat rencana induk pelabuhan.

"Untuk di Dompu sendiri, sudah ada rencana yang sangat bagus yang nantinya akan ada produksi jagung sekitar 5 juta ton di seluruh Pulau Sumbawa dan ini merupakan potensi yang sangat bagus," ujarnya.

Lebih lanjut Arif menambahkan, pembangunan pelabuhan nantinya akan dilakukan bertahap sesuai dengan denah yang tersedia di sana karena pemerintah pusat juga mempunyai keterbatasan dalam penyediaan anggaran. Oleh karenanya, harus ditetapkan rencana jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang sesuai dengan tren permintaan dengan supply barang yang ada.

"Kita tidak ingin kapal yang datang ke pelabuhan membawa barang tapi pulangnya kosong atau tidak ada muatan balik. Untuk itu, perlu dukungan dari pemerintah daerah untuk menggerakkan hasil-hasil yang ada di sana dan kami siap support untuk itu," kata Arif.

Sementara itu, Bupati Dompu Bambang M. Yasin mengungkapkan, pembangunan Pelabuhan Nusantara adalah salah satu mimpi masyarakat Dompu setelah beberapa tahun menunggu. Hari ini menjadi awal yang baik untuk mengurus proses persiapan pembangunan Pelabuhan Nusantara di Kecamatan Kilo tersebut.

"Sejak tahun 2010, kami memulai gerakan menanam jagung yang menjadi salah satu komoditas dari program unggulan daerah Kabupaten Dompu, yaitu PIJAR atau Sapi, Jagung, Rumput Laut. Selama 10 tahun terakhir ini, Kabupaten Dompu mampu menghasilkan jagung minimal 800 ribu ton per tahun dan diperkirakan tahun ini, jagung di Pulau Sumbawa akan mendekati angka 5 juta ton," jelas Bambang.

Pihaknya berharap dengan dibangunnya Pelabuhan Nusantara ini bisa memberi manfaat besar bagi masyarakat petani dengan menghemat ongkos angkut darat.

"Kami membayangkan semua jagung yang ada di Dompu, Bima, Sumbawa itu ke depannya diangkutnya hanya satu arah ke Pelabuhan Nusantara Kilo. Jadi di sana akan dibangun juga sarana dan prasarana untuk mengelola jagung ini, apakah itu penyimpanan, pengolahan lanjutan dan sebagainya," urai Bambang.

"Saya berharap Indonesia punya tempat penyimpanan jagung yang untuk stock nasional seperti di Pelabuhan Kilo ini dan ke depan pelabuhan ini juga akan menjadi pelabuhan untuk kapal-kapal penumpang sehingga jarak secara rotasi ke timur dan ke baratnya menjadi seimbang antara Bima, Sumbawa, dan Sumbawa Barat," pungkasnya.



Simak Video "Pelajar Hujat dan Ancam Tembak Polisi Diringkus"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ara)