Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 28 Feb 2020 12:35 WIB

Andalan Antibanjir Jakarta, Proyek Normalisasi Ciliwung Mandek

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Bantaran Sungai Ciliwung Foto: Bantaran Sungai Ciliwung (Herdi Alif Al Hikam/detikFinance)
Jakarta -

Proyek normalisasi Kali Ciliwung berupa pelebaran pengerukan dasar sungai terpantau mandek, proyek ini vakum sejak tahun 2018. Padahal proyek normalisasi ini jadi salah satu andalan meminimalisir luapan air dari Ciliwung penyebab banjir di Jakarta.

Dari catatan detikcom, bantaran kali Ciliwung yang mau dinormalisasi ada 33 km panjangnya. Namun sampai kini, normalisasi mandek dan baru selesai 16 km saja.

Pantauan detikcom, Jumat (28/2/2020), normalisasi baru selesai sampai Kampung Pulo di Jatinegara. Itupun baru satu sisi kali saja yang berhasil dinormalisasi. Di seberang Kampung Pulo, ada wilayah Kebon Pala Tanah Rendah yang bantaran kalinya belum dinormalisasi.

Di sisi bantaran sungai yang belum dinormalisasi tampak rumah-rumah warga berdiri baik yang semi permanen bahkan permanen. Bahkan tidak ada batasan sama sekali antara rumah dengan aliran kali Ciliwung.

Di sisi lain, bantaran kali yang sudah dinormalisasi pemerintah sudah membentuk tanggul-tanggul beton sebagai penahan air meluap. Antara rumah dan tanggul pun diberikan jarak dengan jalan setapak yang bisa dilalui dua mobil.

Banjir sendiri bertubi-tubi menghantam Jakarta sejak tahun baru 2020. Terakhir, banjir terjadi setelah hujan deras sejak Senin malam dan menggenangi sebagian Jakarta di keesokan harinya.

Mandeknya proyek normalisasi pun pernah disinggung blak-blakan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Bahkan, kekecewaannya ini ditunjukan di depan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Mohon maaf bapak gubernur, selama penyusuran kali Ciliwung ternyata sepanjang 33 km itu yang sudah dinormalisasi baru 16 km. Di 16 km itu kita lihat insyaallah aman dari luapan, tapi yang belum dinormalisasi tergenang,"
kata Basuki yang meninjau banjir saat tahun baru dengan Anies, ditemui di Monas, Jakarta Pusat, Rabu (1/1/2020).

Proyek normalisasi pertama kali dicetuskan oleh Joko Widodo (Jokowi) saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Hal ini dilakukan sebagai langkah menanggulangi banjir besar pada 2012.

Sebagai informasi, proyek normalisasi sendiri pertama kali dicetuskan oleh Joko Widodo (Jokowi) saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Hal ini dilakukan sebagai langkah menanggulangi banjir besar pada 2012.

Proyek pun berjalan sejak Desember 2012, namun memasuki tahun 2018 proyek ini mandek. Dari total 33,5 kilometer (km) bantaran kali yang harus dinormalisasi, hanya 16 km yang selesai dan masih menyisakan 17,5 km.



Simak Video "Jabar Kerap Dilanda Banjir, Ridwan Kamil Kebut Proyek Antibanjir"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com