Nasib Proyek Antibanjir Ciliwung di Tangan Anies

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Sabtu, 29 Feb 2020 10:15 WIB
Banjir Jakarta beberapa waktu lalu membuat upaya untuk normalisasi Sungai Ciliwung kembali bergeliat. Pembebasan lahan untuk pelebaran sungai pun akan dilakukan
Foto: Pradita Utama

Seperti diketahui proyek normalisasi sendiri digarap oleh Kementerian PUPR lewat BBWS Ciliwung Cisadane. Namun untuk pembebasan lahannya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Normalisasi sendiri adalah upaya meningkatkan kapasitas sungai agar bisa menampung lebih banyak debit air. Khususnya, saat air sungai meluap.

Normalisasi sendiri dilakukan karena mengecilnya kapasitas sungai di Jakarta. Banyak hal yang menyebabkan menyempitnya sungai, mulai dari pendangkalan dan penyempitan badan sungai, dinding yang rawan longsor, hingga penyalahgunaan untuk permukiman.

Selain Pejaten Timur, Bambang menambahkan, pembebasan lahan sudah dilakukan di bantaran kali Ciliwung Lama di sekitar kawasan Masjid Istiqlal. Proyek normalisasi pun sudah mulai digarap di sana.

"Yang sudah jalan 1,2 km itu di Ciliwung Lama depan Istiqlal. Itu juga karena berbarengan dengan renovasi masjid," kata Bambang.

Bambang juga menjelaskan masalah pada pembebasan lahan sering muncul saat pengukuran tata bidang dan pengumpulan berkas tanah milik warga yang mau dibebaskan lahannya.

Paling parah menurutnya saat pengumpulan berkas tanah, dia mengatakan banyak warga yang tidak memiliki kelengkapan berkas kepemilikan tanah.

"Ini aduh kadang-kadang warga cuma punya kuitansi pembelian tanah secarik kertas. Yang begitu yang bikin lama," kata Bambang.

Halaman

(ara/ara)