Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 01 Mar 2020 16:30 WIB

Tak Semua Pengerjaan Proyek Kereta Cepat JKT-BDG Disetop

Danang Sugianto - detikFinance
Banjir turut merendam ruas tol Jakarta Cikampek KM 19 arah Jakarta. Banjir membuat ruas tol tersebut terputus. Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dihentikan sementara. Penyebabnya lantaran proyek tersebut menimbulkan banjir dan kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek.

Surat penghentian itu diberikan oleh Komite Keselamatan Konstruksi, Kementerian PUPR. Surat itu ditanda-tangani oleh Plt Direktur Jenderal Bina Konstruksi selaku Ketua Komisi Keselamatan Konstruksi, Danis H. Sumadilaga pada 27 Februari 2020.

Danis menjelaskan, pengerjaan proyek yang dihentikan sementara hanya berlaku di lokasi-lokasi yang berdekatan dengan titik-titik banjir dan kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek.

"Nggak, yang dekat Cikampek saja, yang lain masih lanjut. Itu sekitar 2 minggu saja berhentinya," tuturnya saat dihubungi detikcom, Minggu (1/3/2020).

Menurut surat Komite Keselamatan Konstruksi, kegiatan pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang dikerjakan oleh Sinohydro yang diberhentikan. Penghentian dilakukan selama 2 minggu terhitung sejak 2 Maret 2020.

Danis menekankan, keputusan penghentian sementara itu hanya bersifat teguran agar manajemen dan kontraktor membenahi sistem manajemen konstruksinya dan lebih memperhatikan lingkungan serta keselamatan.

"Penghentian dalam rangka evaluasi, ya seperti pekerja lagi kerja, kamu kok gini-gini, kamu berhenti ya 2 minggu, kamu benerin, nanti kita evaluasi. Mudah-mudahan kamu bisa memperbaiki, kalau sudah memperbaiki sesuai aturan-aturan kita lanjutkan lagi, gitu saja. Kalau mereka bisa memperbaiki lebih cepat dalam waktu seminggu, bisa saja," tutupnya.

Salah satu butir alasan proyek ini dihentikan sementara adalah pembangunan proyek tersebut menimbulkan genangan air pada Tol Jakarta-Cikampek. Alhasil menyebabkan kemacetan luar biasa pada ruas jalan tol dan mengganggu kelancaran logistik.

Pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung juga dianggap kurang memperhatikan pengelolaan yang baik. Terjadi pembiaran penumpukan material pada bahu jalan, sehingga mengganggu fungsi drainase, kebersihan jalan dan keselamatan pengguna jalan.

Tak Semua Pengerjaan Proyek Kereta Cepat JKT-BDG Disetop


Simak Video "Selain Tegalluar, Proyek Kereta Cepat Masih Berjalan di Purwakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(das/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com