Pekerja China di Proyek Kereta Cepat JKT-BDG Dilarang Balik ke RI

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 02 Mar 2020 14:23 WIB
Sejumlah kendaraan melaju di samping proyek kereta cepat (High Speed Railway) Jakarta-Bandung di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (29/2/2020). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menginstruksikan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) untuk menghentikan sementara proyek pembangunan mulai tanggal (2/3/2020) selama dua minggu, karena proyek tersebut menimbulkan genangan air pada Tol Jakarta - Cikampek yang menyebabkan kemacetan dan mengganggu kelancaran logistik. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/aww.
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung/Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Jakarta -

Pekerja asal China di proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sementara dilarang balik ke Indonesia untuk menekan penyebaran virus corona. Hal itu berlaku juga untuk pekerja China yang sudah ada di Indonesia, mereka dilarang keluar dari Indonesia sementara waktu.

Demikian disampaikan Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA Tumiyana di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2020).

"Yang sudah keluar nggak boleh masuk dulu, yang sudah di dalam nggak boleh keluar, diperpanjang kan ada kebijakan Kemenaker," katanya.

WIKA sendiri merupakan salah anggota konsorsium dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Sementara, Direktur TOD & Legal PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwi Windarto mengatakan, pekerja China yang akan kembali ke Indonesia pun syaratnya ketat. Dia bilang, pekerja mesti mendapat Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) di mana mesti mendapat sertifikasi dari pemerintah China. Bukan hanya itu, pekerja asing itu harus dikarantina dua minggu.

"Kalaupun kembali lagi pakai KITAS, KITAS-nya harus ada sertifikasi dari pemerintah China, begitu sampai sini pun harus dikarantina 2 minggu," paparnya.



Simak Video "Capai 60%, Begini Progres Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/ara)