ADVERTISEMENT

Ragam Kontroversi Proyek Kereta Cepat JKT-BDG yang Disetop

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Minggu, 08 Mar 2020 10:10 WIB
Pembangunan proyek Kreta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) terus berlanjut. Dari informasi yang dihimpun, konstruksi kereta cepat Jakarta-Bandung sudah mencapai 44% pembangunan fisiknya.
Foto: Wisma Putra

4. Bikin Banjir hingga Kebakaran

Kementerian PUPR lewat Komite Keselamatan Konstruksi menghentikan sementara proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Penghentian akan dilakukan mulai 2 Maret 2020, kemudian proyek ini akan dievaluasi selama dua minggu.

Proyek ini dihentikan karena dinilai mengganggu kondisi layanan jalan tol Jakarta-Cikampek dan Purbaleunyi. Salah satunya ialah menimbulkan banjir di titik-titik ruas tol beberapa waktu lalu.

Bukan cuma menyebabkan banjir, dalam catatan detikcom, proyek kereta cepat yang ditarget beroperasi 2021 ini juga pernah menimbulkan masalah lain.

Banjir di jalan tol

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung kerap dituding sebagai biang kerok banjir di jalan tol Jakarta-Cikampek. Pengerjaan proyek itu disebut membuat saluran air di ruas tol tersumbat.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan pembangunan jalur rel KCJB menutupi saluran pembuangan air atau drainase. Untuk itu, pihaknya membongkar drainase di Tol yang tertutup proyek KCJB.

"Kalau di pinggir-pinggir tol karena ada pengerjaan Proyek KCIC, Kereta Cepat maka kita bongkarin drainasenya. Kita bongkar karena dia menutup-nutup. Kalau itu iya, di KM 8, 19, 34," urai Basuki.

Proyek KCJB memang sudah terseret sebagai biang kerok banjir di awal Januari 2020 lalu. Namun, KCIC selaku kontraktor berdalih. Direktur Utama KCIC Chandra Dwiputra menyatakan perusahaan telah mengidentifikasi risiko-risiko yang berkaitan dengan aspek lingkungan, baik di proyek maupun di daerah sekitar. Sekaligus, menetapkan langkah-langkah strategis sehingga pembangunan bisa tetap berlangsung dengan lancar.

"Aktivitas pembangunan proyek KCJB (kereta cepat Jakarta-Bandung) sangat memperhatikan aspek teknis dan mekanisme pengendaliannya, dan yang terpenting adalah berpikir ke depan mencari solusi terhadap permasalahan yang dihadapi. Saat ini proyek KCJB sedang mempersiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi cuaca ekstrem," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (7/1/2020).

Kebakaran pipa gas

Pada 22 Oktober 2019, terjadi kebakaran hebat di pinggir Tol Padalarang-Buah Batu kilometer (km) 130, Kota Cimahi, Jawa Barat. Kebakaran ini diduga akibat kebocoran pipa Pertamina.
Warga setempat melihat api pertama kali muncul dari proyek trase kereta cepat Jakarta-Bandung. PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang merupakan kontraktor kereta cepat Jakarta-Bandung saat itu.

Seluruh tim PT KCIC bahkan dikerahkan untuk meninjau lapangan. Warga setempat menyebut kebakaran berasal dari pengeboran proyek besar KCIC. Pasalnya, warga setempat sudah pernah mengingatkan KCIC bahwa ada pipa Pertamina di lokasi kebakaran tersebut.



Simak Video "Kawal Kereta Cepat JKT-BDG yang Bengkak dan Molor"
[Gambas:Video 20detik]

(eds/toy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT