Nasib Proyek Kereta Cepat JKT-BDG Ditentukan Minggu Ini

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 10 Mar 2020 18:30 WIB
Pembangunan proyek Kreta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) terus berlanjut. Dari informasi yang dihimpun, konstruksi kereta cepat Jakarta-Bandung sudah mencapai 44% pembangunan fisiknya.
Foto: Wisma Putra
Jakarta -

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menghentikan sementara proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) sejak 2 Maret lalu.

Penghentian itu ditetapkan setelah Komite Keselamatan Konstruksi (K2K) melayangkan surat kepada PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Salah satu alasan penghentian ini sebab proyek KCJB menimbulkan genangan air pada Tol Jakarta-Cikampek yang menyebabkan kemacetan luar biasa pada ruas jalan tol dan mengganggu kelancaran distribusi logistik.

Selain itu, pengelolaan sistem drainase yang buruk dan keterlambatannya pembangunan saluran drainase sesuai kapasitas yang telah terputus oleh kegiatan proyek menyebabkan banjir di tol.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Hedy Rahadian menuturkan, pihaknya akan meninjau proyek KCJB pada hari Jumat, 13 Maret 2020 mendatang. Setelah kunjungan itu, pihaknya akan menentukan nasib proyek KCJB, apakah diizinkan operasional lagi, atau masih dihentikan pada Minggu, 15 Maret 2020.

"Tadi sudah dievaluasi dengan K2K, kita sudah memberikan beberapa catatan nanti Jumat kita akan cek lagi. Apakah akan dihold atau dirilis. Dua minggu itu sampai hari Minggu," terang Hedy di kantornya, Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Pihaknya akan menyoroti beberapa hal seperti pengaturan aliran air, pembersihan ruas jalan, manajemen konstruksi, pengaturan truk ke luar-masuk, masalah pagar, proteksi agar orang dari luar tidak ke luar-masuk site.

Menurut Hedy, sejauh ini KCIC sudah melakukan beberapa perbaikan dari rekomendasi yang diberikan K2K.

"Sudah ada perbaikan-perbaikan. Jalan sudah dibersihkan, saluran sudah dibersihkan, pagar-pagar kalau bapak lihat di sepanjang jalan sudah cukup rapi," ungkapnya.



Simak Video "Proyek Kereta Cepat Disetop, Tapi di Tegalluar Masih Kerja"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)