Proyek Infrastruktur Rp 62 T Dilirik Korsel Hingga Rusia

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 11 Mar 2020 17:45 WIB
Pembangunan jalan tol Trans Sumatera terus bergulir. Salah satunya proyek ruas tol Padang-Sicincin 36,15 kilometer.
Foto: Istimewa/Hutama Karya
Jakarta -

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) baru saja menawarkan beberapa proyek tol hingga jalan nasional senilai Rp 62 triliun kepada swasta. Penawaran dibuka untuk lima proyek sekaligus dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha(KPBU).

Adapun lima proyek yang dimaksud meliputi implementasi transaksi pembayaran tol nirsentuh atau bayar tol tanpa setop (Multi Lane Free Flow/MLFF) ditambah tiga ruas tol yang terdiri dari Tol Layang Cikunir-Karawaci, Tol Kala-Teluk Naga-Rajeg, dan Tol Bogor-Serpong via Parung, serta satu Jalan Nasional Lintas Nasional Timur Sumatera di Provinsi Riau.

Dalam acara Market Sounding Proyek KPBU tersebut, beberapa investor hadir menunjukkan minatnya. Menurut Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Eko Djoeli Heripoerwanto sebagian besar yang tertarik berasal dari Inisiasi Badan Usaha (unsolicited) dan hanya sedikit yang berasal dari Inisiasi Pemerintah (Solicited).

"Sebagian besar yang di sini adalah prakarsa atau unsolicited dan itu adalah badan usaha yang menyampaikan usulan, tapi ada juga satu bagian yang solicited atau prakarsanya pemerintah, jadi kita buka, kita kombinasikan," ujar Eko ditemui di Gedung Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (11/3/2020).

Lebih lanjut, Eko menerangkan bahwa kebanyakan calon investor yang sudah menyampaikan minatnya berasal dari dalam negeri. Meski demikian, untuk pengerjaan proyek-proyek tersebut, pemerintah tetap memprioritaskan teknologi yang berasal dari luar negeri.

"Kalau investornya, prakualifikasinya banyakan dalam negeri. Tapi kalau kita melihat, mana yang mengandung teknologi kita harapkan dari luar, nah kalau dari dalam negeri di daerah di kampung halamannya sendiri mana yang kompetitif penawarannya itu yang dapat kesempatan," paparnya.

Eko bilang seluruh proses lelang diperkirakan mulai dibuka pada Kuartal III-2020 mendatang atau sekitar bulan Juli-September tahun ini. Namun, dia tak menutup kemungkinan bisa saja waktu lelang itu molor atau malah dipercepat dari targetnya mengingat banyaknya peminat yang perlu diseleksi terlebih dahulu.

Di kesempatan yang sama Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menambahkan bahwa investor asing yang hadir dan sudah menyampaikan minatnya cukup beragam. Setidaknya ada tiga investor asing yang sudah menyatakan minatnya terhadap proyek-proyek tersebut di antaranya Taiwan, Korea Selatan, hingga Rusia.

"Jadi tidak hanya pemrakarsa yang hadir banyak juga dari perwakilan perusahaan-perusahaan yang berminat dari Rusia, kemudian Korea (Korea Selatan), Taiwan juga ada," ucap Danang.

Menurut Danang, banyaknya pihak yang menunjukkan minat seperti itu menjadi sinyal positif bagi kelancaran pembangunan proyek-proyek tersebut.

"Ini sebenarnya cukup menggembirakan karena melihat investasi diikuti oleh perusahaan-perusahaan nasional tapi konsorsium untuk perusahaan asing," katanya.

Untuk diketahui, dari lima proyek tersebut empat di antaranya diinisiasi oleh badan usaha sedangkan sisa satu lainnya diinisiasi oleh pemerintah. Proyek yang diinisiasi oleh badan usaha terdiri dari Tol Layang Cikunir-Karawaci yang diprakarsai oleh konsorsium PT Earth Investment Indonesia dan PT Lintas Indonesia Sejahtera.

Lalu, Jalan Tol Bogor-Serpong Via Parung yang diprakarsai oleh PT Pama Persada Nusantara. Untuk Jalan Tol Kamal-Teluk Naga- Rajeg diprakarsai oleh PT Duta Graha Karya dan MLFF dari Roatex Ltd, Zrt, National Toll Payment Service Plc, MFB Hungarian Development Bank. Sedangkan untuk Proyek Preservasi Jalan Nasional Lintas Timur Sumatera di Provinsi Riau diprakarsai oleh Kementerian PUPR.



Simak Video "Melihat Lagi BJ Habibie Bicara tentang Infrastruktur Negeri"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)