Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 12 Mar 2020 22:15 WIB

Modus Penyelundupan Lewat Tol Laut Terungkap

Trio Hamdani - detikFinance
Presiden Jokowi menggelar Tol Laut sejak 2015 untuk memperlancar arus barang ke daerah, terutama terpencil. PT Pelni dipercaya menjalankan program Tol Laut ini. Foto: Dok. PT Pelni
Jakarta -

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Wisnu Handoko mengungkapkan modus barang yang didaftarkan di list tidak sesuai dengan yang dikirim di tol laut. Dia menjelaskan, terjadinya praktik 'penyelundupan' tersebut karena mekanisme pengawasan perpindahan barang antarpulau di dalam negeri tidak seperti kegiatan ekspor impor.

"Aspek perdagangan antar pulau juga harus diperbaiki, karena gini, perdagangan antar pulau kita rata-rata orang menghindari pajak ya. Nggak seperti ekspor impor, dikawal oleh mekanisme custom," kata dia dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2020).

Modus yang digunakan misalnya kapal ditugaskan untuk mengangkut kebutuhan air mineral dan beras, lalu disisipkan barang-barang lain, misalnya pakaian.


"Kalau perdagangan antarpulau ini kadang-kadang orang masih selundupin gitu, bukan dalam arti kata itu narkoba, nggak. Dia angkut Aqua, angkut beras tapi di situ disisipi sama misalkan baju kain gitu," jelasnya.

Kata dia, pemerintah akan memperbaiki sistem perdagangan antar pulau, khususnya yang diangkut menggunakan kapal. Namun memang ada kesulitan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap perpajakan.

"Nah itu ke depan akan kita perbaiki. Ini saja kita di Logistik Komunikasi Sistem (Logistic Communication System/LCS) kita disuruh masukin NPWP saja nggak mau, alasannya 'nanti kita dikenain pajak'," tambahnya.



Simak Video "Jokowi Sebut Ada Pihak Swasta Nakal Main-main di Tol Laut"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com