Ruas Tol Sigli-Banda Aceh Diterget Rampung Sebelum Lebaran 2020

Faidah Umu Sofuroh - detikFinance
Senin, 23 Mar 2020 16:36 WIB
Ruas Jalan Tol Sigli-Banda Aceh
Foto: Dok. Hutama Karya
Jakarta -

Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Sigli-Banda Aceh (Sibanceh) menjadi tol pertama di Kota Serambi Mekkah. Jalan tol yang akan menghubungkan Kota Sigli dan Banda Aceh ini terdiri dari enam seksi dengan total panjang yaitu 74 kilometer (km).

Adapun keenam seksi tersebut terbagi atas Seksi 1 Padang Tiji - Seulimum (24,3 km), Seksi 2 Seulimum - Jantho (7,6 km), Seksi 3 Jantho - Indrapuri (16 km), Seksi 4 Indrapuri - Blang Bintang (13,5 km), Seksi 5 Blang Bintang - Kuta Baro (7,7 km), dan Seksi 6 Kuto Baro - Baitussalam (5 km).

Hutama Karya, sebagai pengembang, menargetkan Ruas Sigli-Banda Aceh khususnya seksi 4 (Indrapuri - Blang Bintang) dapat segera rampung menjelang arus mudik lebaran 2020. Sehingga masyarakat dapat menggunakan fasilitas tol pertamanya di Kota Banda Aceh selama mudik lebaran tahun ini.

"Kita lihat bahwa tak lama setelah Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) yang dilakukan pada tahun 2018 silam, proses pembebasan lahan didukung secara penuh oleh Pemerintah Banda Aceh dan juga masyarakat setempat," ujar Senior Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Muhammad Fauzan, dalam keterangan tertulis, Senin (23/3/2020).

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa dukungan tersebut menunjukkan antusias masyarakat Aceh akan hadirnya tol pertama di sisi Barat Indonesia yang diharapkan dapat mempermudah konektivitas masyarakat Aceh dan tentunya turut memberikan kontribusi dalam mendongkrak perekonomian Indonesia.

Sebelumnya, jarak yang ditempuh oleh pengendara apabila melalui jalan nasional dari kota Sigli menuju Banda Aceh memakan waktu hingga 2-3 jam perjalanan. Namun dengan hadirnya jalan tol Sibanceh ini akan memangkas waktu tempuh perjalanan menjadi hanya 1 jam saja.

Selain memangkas jarak tempuh pengguna jalan, hadirnya tol Sibanceh ini diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat Aceh dalam melaksanakan kegiatan perekonomiannya. Mengutip dari Waspadaaceh.com, Bank Indonesia (BI) Aceh memperkirakan perekonomian Aceh pada 2020 akan mengalami peningkatan dengan level kisaran 4,83 - 5,23 persen.

Kepala BI Aceh, Zainal Arifin Lubis, mengatakan angka ini ditopang oleh perkiraan kenaikan harga komoditas Kopi Arabika melalui jalur ekspor dan juga keberlanjutan pembangunan PSN di Aceh, yakni Jalan Tol Ruas Sibanceh yang akan mendongkrak investasi di Aceh.

"Hingga saat ini, progres konstruksi pembangunan tol Sibanceh seksi 4 (Indrapuri-Blang Bintang) sepanjang 13,5 km mencapai 99%," terang Fauzan.

Menggandeng PT Adhi Karya (Persero) (Adhi Karya) selaku kontraktor, tol Sibanceh ditargetkan selesai pada 2021 secara keseluruhan mulai dari seksi 1 (Padang Tiji - Seulimum) hingga seksi 6 (Kuto Baro-Baitussalam).

Protokol Kesehatan di Tol Sibanceh

Tak hanya fokus agar pembangunan tol Sibanceh dapat selesai tepat waktu, di tengah meluasnya penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) atau yang lebih dikenal dengan virus corona di Indonesia, Hutama Karya selaku owner proyek tol Sibanceh turut andil untuk memberikan pemahaman mengenai pencegahan penyebaran virus ini.

Oleh karena itu, Hutama Karya mengajak seluruh karyawan dan pekerja proyek di ruas tol Sibanceh untuk ikut dalam Sosialisasi Pencegahan Virus COVID-19 yang diselenggarakan oleh Adhikarya selaku kontraktor JTTS ruas tol Sibanceh. Melalui kegiatan ini, Hutama Karya berharap seluruh karyawan proyek baik dari pihak owner maupun kontraktor dapat senantiasa menjaga kesehatan dan keselamatannya di tengah meluasnya penyebaran COVID-19.

Pimpinan Proyek JTTS ruas tol Sibanceh, Slamet Sudradjat, mengatakan materi terkait dengan pencegahan COVID-19 dalam kesempatan kali ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Dinas Kesehatan Aceh, dr. Wahyu Zulfansyah.

"Jadi seluruh karyawan Hutama Karya ruas tol Sibanceh ini kita ajak untuk diedukasi agar memahami apa itu COVID-19, mengetahui gejala-gejala yang ditimbulkan, dan langkah-langkah yang perlu diambil untuk mencegah serta panduan mencuci tangan yang benar," ujar dia.

Ia juga mengatakan di lingkungan proyek tol Sibanceh, Hutama Karya menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Kita lakukan pengecekan suhu tubuh setiap pergantian shift kerja, lalu kami sediakan hand sanitizer juga di lingkungan proyek. Lalu ya yang terakhir kita ikutkan teman-teman dalam sosialisasi tentang COVID-19," katanya.

Ia berharap melalui partisipasi Hutama Karya dalam kegiatan ini, dapat meningkatkan kolaborasi yang solid antara Hutama Karya sebagai pemilik proyek dan Adhi Karya selaku kontraktor.

"Sehingga pembangunan JTTS ruas tol Sibanceh ini bisa tetap berjalan sesuai target di tengah virus COVID-19 yang terus merebak, tentu dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan lingkungan pembangunan tol Sibanceh," tutupnya.

(prf/hns)