Lelang Proyek Tol dan Jembatan Tetap Jalan Meski Ada Corona

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 30 Apr 2020 13:44 WIB
Pemerintah terus mempercepat penyelesaian pembangunan proyek tol Bekasi-Cawang dan Kampung Melayu (Becakayu) Seksi 2A.
Tampak geliat para pekerja terlihat saat menyelesaikan pembangunan proyek jalan tol Becakayu Seksi 2A, di kawasan Kalimalang Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (22/09/2019).
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) baru saja menawarkan proyek ruas tol dan jembatan senilai Rp 80,5 triliun kepada swasta. Penawaran dibuka untuk enam proyek sekaligus dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memastikan proses lelang proyek ini bakal terus berjalan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan meski masih dihimpit virus Corona (COVID-19).

"Kita tidak menunggu setelah pandemi baru mulai, tapi dari sekarang kita mulai persiapannya untuk setelah pandemi mudah-mudahan kita bisa langsung bekerja," ujar Basuki dalam telekonferensi Penyelenggaraan Market Sounding, Kamis (30/4/2020).

Adapun enam proyek yang dimaksud meliputi jalan tol Semanan-Balaraja dengan nilai investasi Rp 15,5 triliun, jalan tol Cikunir-Ulunami dengan nilai investasi Rp 21,5 triliun, jalan tol Sentul Selatan-Karawang Barat dengan nilai investasi Rp 15,3 triliun, Jalan Tol Akses Patimban dengan nilai investasi Rp 7,5 triliun, jalan tol Semarang Harbour Rp 11,7 triliun, dan Jembatan Batam-Bintan dengan nilai Rp 8,7 triliun.

Dari keenam proyek tersebut Basuki menyoroti beberapa proyek yang menurutnya potensial mendatangkan banyak keuntungan. Salah satunya adalah proyek Jalan Tol Akses Patimban. Menurut Basuki, proyek satu ini potensial karena terhubung dengan Pelabuhan Patimban yang memang sudah disiapkan pemerintah menjadi pelabuhan kargo untuk ekspor mobil.

"Jalan Tol Akses Patimban saya kira ini adalah sangat ekonomis, sangat menguntungkan, sebab Patimban akan segera menjadi pelabuhan kargo terutama untuk ekspor mobil, tol ini menghubungkan antara jalan tol yang ada di Cipali dengan jalan ke (Pelabuhan) Patimban," sambungnya.

Tidak hanya itu, di wilayah sekitar Jalan Tol Akses Patimban ini nantinya juga akan muncul banyak kawasan industri yang juga menguntungkan bagi siapapun yang menggarap proyek tersebut.

"Ini pun tidak hanya menghubungkan (Pelabuhan) Patimban dengan Jalan Tol Cipali tapi juga akan melayani sepanjang tol ini nanti akan muncul kawasan-kawasan industri baru makanya kita pilih jalan tol itu, karena di sana sudah ada beberapa calon kawasan investasi atau industri baru. Jadi ini akan sangat-sangat menguntungkan," tuturnya.

Lalu ada Jalan Tol Semarang Harbour, menurut Basuki proyek ini juga menguntungkan menghubungkan Kawasan Industri Kendal dengan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

"Demikian juga Jalan Tol Semarang Harbour yang akan menghubungkan antara Kawasan Industri Kendal dengan Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang yang nanti akan berhubungan langsung dengan tol Semarang-Demak. Jadi saya kira akan terjalin sistem jalan tol untuk logistik yang baik," paparnya.

Ada pula Jembatan Batam-Bintan yang potensial sebab dapat menghubungkan Batam dengan Pulau Bintan yang merupakan pusat wisata yang cukup diminati saat ini.

"Untuk Jembatan Batam-Bintan ini saya kira juga menjadi jembatan yang sangat-sangat dibutuhkan dan dinantikan untuk bisa menghubungkan Batam dan Bintan," tutupnya.



Simak Video "Segera Hadir Penghubung Jalan Baru di Aceh"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)