Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 05 Mei 2020 12:35 WIB

BUMN Bangun Lagi Rumah Sakit Khusus untuk Pasien Corona

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Pemerintah Kota Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL di Stasiun Bekasi. Tes kali ini menggunakan alat yang lebih akurat berupa polymerase chain reaction (PCR). Agung Pambudhy/Detikcom. 

1. Penumpang Commuter line mengikuti test massal COVID 19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020).
2. Sebanyak 300 penumpang kereta dipilih secara random mengikuti tes ini. 
3. Metode tes PCR adalah mengetes spesimen yang diambil dari dahak di dalam tenggorokan dan hidung lalu diswab. 
4. Tes ini dianggap paling akurat dibandingkan rapid test yang hanya untuk mendeteksi reaksi imun dalam tubuh.
5. Data terkini kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi telah mencapai 249 orang. Pasien sembuh corona 126, dalam perawatan 95, sedangkan meninggal 28 orang.
6. Test ini dibantu petugas dari RSUD Kota Bekasi dan Dinkes Kota Bekasi.
7. Sebelum masuk ke stasiun, penumpang lebih dulu menjalai tes PCR secara acak. Setelah itu, sampel lemdir dari hidung akan diuji di Labiratorium Kesehatan Kota Bekasi.
8. Hasil pemeriksaan ini diharapkan memberi gambaran kondisi penumpang ‎KRL apakah ada yang terpapar COVID-19 atau tidak.
9. Sebelumnya di KRL ada tiga orang yang dinyatakan positif virus COVID-19 berdasarkan hasil test swab PCR yang dilakukan pada 325 calon‎ penumpang dan petugas KAI di Stasiun Bogor. 
10. Sejumlah kepala daerah meminta pemerintah pusat untuk menstop operasional KRL guna menghambat penyebaran virus COVID-19
11. Hingga 4 Mei 2020 di Indonesia terdapat 11.587 kasus COVID-19 dengan kasus kematian 864 meninggal dan 1.954 sembuh.
12. Sampai kemarin pemerintah telah menguji 112.965 spesimen dari 83.012 orang di 46 laboratorium. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kementerian BUMN akan menambah jumlah rumah sakit khusus yang menangani pasien yang tertular virus Corona. Rumah sakit khusus yang dibangun ini ialah Pertamina Simprug dengan kapasitas 300 kamar.

Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin menuturkan, pihaknya telah membangun rumah sakit khusus Corona di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih. Rumah sakit khusus itu dibangun dalam waktu dua minggu.

Budi bilang, rumah sakit khusus Corona di Pertamina Simprug akan rampung pada pekan depan.

"Kami sudah membangun rumah sakit khusus COVID di Rumah Sakit Pertamina Jaya yang memiliki total 165 kamar khusus COVID dan diselesaikan dalam waktu 2 minggu," ujarnya dalam rapat gabungan DPR, Selasa (5/5/2020).

"Kami juga sedang membangun 300 kamar lagi di Pertamina Simprug, sekarang dalam tahap minggu pertama. InsyaAllah minggu depan selesai," tambahnya.

Dia menjelaskan, BUMN memiliki 70 rumah sakit di mana 35 rumah sakit di antaranya untuk menangani COVID-19.

"Jumlah kamar dari total rumah sakit 7.000, sekitar 2.500 kita sudah didediksikan pasien COVID dengan ruang ICU 600 ruang ICU," ujarnya.

Saat ini, rumah sakit BUMN telah merawat 2.000 pasien. Kemudian, penambahan pasien ialah 50 sampai 60 pasien per hari.

"Total pasien yang sudah dirawat rumah sakit BUMN sekitar 2.000 pasien di mana rata-rata rawat inap 400-500 pasien dengan jumlah penambahan 50-60 pasien per hari," ujarnya.



Simak Video "Pasien Corona di Mamuju Kabur: Dijemput Petugas, Dilawan Keluarga!"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com