BUMN Dilarang Caplok Proyek di Bawah Rp 14 Miliar

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 21 Mei 2020 11:31 WIB
Erick Thohir menggantikan posisi Rini Soemarno sebagai Menteri BUMN periode 2019-2024. Proses sertijab jabatan itu pun digelar di Kantor Kementerian BUMN.
Menteri BUMN Erick Thohir/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan pihaknya terbuka membuka kerja sama dengan swasta. Tidak hanya yang besar, namun juga yang kecil.

"Ada dua hal yang kita lakukan dengan swasta, satu, proyek-proyek strategis yang ada di kementerian tetap kita jalankan, mau tidak mau, pasti kerja sama dengan swasta apakah yang besar, medium atau yang kecil," katanya dalam diskusi virtual, Rabu kemarin (20/5/2020).

Khusus untuk yang kecil, Erick mengatakan, saat ini pihaknya tengah memetakan 30 BUMN yang diprioritaskan untuk dikerjasamakan dengan UKM. Dia menuturkan, UKM itu akan masuk pada lelang proyek dengan nilai Rp 2 miliar sampai Rp 14 miliar.

"Untuk kecil kita sudah mapping-kan dari 30 BUMN mana saja yang capex-nya itu nanti harus diprioritaskan kepada UKM yaitu tender Rp 2 miliar sampai Rp 14 miliar, itu kita kan prioritaskan ke sana dengan proses transparan dan terbuka," ujarnya.

Dengan ketentuan tersebut, lanjut Erick, BUMN tidak boleh masuk ke proyek-proyek yang dikerjasamakan dengan UKM tersebut. Artinya, tidak lagi BUMN ikut tender di proyek tersebut.

"Dan di situ tidak ada lagi BUMN ikut tender, BUMN sama BUMN ikut tender di BUMN padahal barangnya dari swasta juga, itu yang kita tidak mau lagi," ujarnya.

Berlanjut di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Erick Thohir Beberkan Biang Kerok Tagihan Listrik Membengkak"
[Gambas:Video 20detik]