Hutama Karya Dapat Suntikan Pemerintah Rp 11 T, Dipakai Buat Apa?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 27 Mei 2020 16:57 WIB
Public Expose Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi PT. Hutama Karya

(kiri ke kanan) Direktur Utama Jalan Tol PT. Hutama Karya Bambang Pramusinto, Direktur Utama  PT. Hutama Karya I Gusti Ngurah Putra dan Direktur Keuangan  PT. Hutama Karya Anis Anjayani menjawab pertanyaan wartawan sesaat setelah berlangsungnya Due Dilligence Meeting & Public Expose Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi I di Jakarta, Rabu (16/11/2016). PT Hutama Karya (Persero) melangsungkan acara Due Dilligence Meeting & Public Expose Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi I Hutama Karya Tahun 2016 dalam rangka mendukung pendanaan untuk pembangunan Jalan Tol Trans-Sumatera. Grandyos Zafna/detikcom
Hutama Karya/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

PT Hutama Karya (Persero) atau HK merupakan salah satu BUMN yang akan menerima tambahan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 3,5 triliun tahun ini. Namun kini rencananya HK akan menerima PMN tambahan senilai Rp 7,5 triliun.

Hal ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 23/2020 tentang Program Pemulihan Ekonomi Nasional. Dengan begitu, totalnya tahun ini perusahaan pelat merah yang bergerak dalam pengelolaan jalan tol ini akan mendapatkan modal tambahan Rp 11 triliun.

Senior Executive Vice President (SEVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Muhammad Fauzan mengatakan keseluruhan dana PMN yang diterima Hutama Karya akan digunakan perusahaan untuk melanjutkan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang 2.765 kilometer (km) yang terbentang dari Lampung hingga Aceh.

"Perusahaan sangat berterima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan oleh stakeholder dalam melanjutkan pembangunan JTTS. Hal ini tentunya akan memperkuat perusahaan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh pemerintah, di samping sebelumnya kami telah berhasil menerbitkan Global Bonds senilai Rp 9 triliun," ujar Fauzan dalam keterangannya, Rabu (27/5/2020).

Secara rinci dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan ruas Pekanbaru - Dumai sepanjang 131 km dengan total dana Rp 2 triliun. Kemudian untuk ruas Simpang Indralaya - Muara Enim sepanjang 119 km dengan total dana Rp 3,2 triliun.

Lalu, ruas Pekanbaru - Pangkalan sepanjang 95 km dengan total dana Rp 4,3 triliun. Serta menutup pembiayaan untuk ruas tol yang telah selesai yaitu ruas Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung sepanjang 189 km dengan dana Rp 1,5 triliun.

Pemberian PMN ini didasarkan pada kriteria yang telah disusun oleh pemerintah, mulai dari pengaruh terhadap hajat hidup orang banyak, peran sovereign yang dijalankan BUMN, pengaruh terhadap sistem keuangan, dan kepemilikan pemerintah serta total aset yang dimiliki.

"PMN ini sendiri merupakan kelanjutan dari PMN yang telah diterima oleh Hutama Karya pada tahun 2015, 2016 dan 2019 yang lalu. Pemberian PMN ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usaha dan memperbaiki struktur permodalan," ujar Fauzan.

Sebagai informasi, hingga saat ini HK telah menyelesaikan sekitar 500 km jalan tol, 368 km di antaranya sudah beroperasi penuh. Mulai dari ruas Bakauheni - Terbanggi Besar (Bakter) sepanjang 140 km, Terbanggi - Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung (Terpeka) sepanjang 189 km, Palembang - Indralaya (Palindra) sepanjang 22 km, dan Medan - Binjai (Medbin) seksi 2 dan 3 sepanjang 17 km.

Adapun di tahun 2020, beberapa ruas prioritas yang akan dibangun HK diantaranya adalah ruas tol Pekanbaru - Dumai sepanjang 131 km dimana progress konstruksi sudah mencapai 97%. Disusul ruas tol Sigli - Banda Aceh seksi 4 Indrapuri - Blang Bintang sepanjang 13,5 km dengan progress konstruksi telah mencapai 99%.

Kemudian, ruas Medan - Binjai seksi 1 Tanjung Mulia - Helvetia sepanjang 6 km yang ditargetkan selesai pada pertengahan tahun mendatang.



Simak Video "Normal Baru, Hutama Karya Terapkan Akses Bekerja Digital Terintegrasi"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)