Duit PUPR Dipangkas Rp 44 T, Ini Daftar Proyek yang Tetap Jalan

Angling Adhitya Purbaya - detikFinance
Kamis, 11 Jun 2020 16:14 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo (tengah) bersama (kiri ke kanan) Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Mendagri Tito Karnavian, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri Sosial Juliari Batubara bersiap memberikan keterangan pers seusai rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (3/1/2020). Rapat tersebut membahas pencegahan dan penanganan dampak banjir di Jabodetabek dan Banten. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aww.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono/Foto: Antara Foto/Wahyu Putro A
Semarang -

Anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dialihkan Rp 44 triliun untuk penanganan Pandemi Corona sehingga ada beberapa pekerjaan molor. Namun ada 4 fokus pembangunan yang terus berjalan di masa pandemi.

Hal itu diungkapkan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono saat meninjau lokasi pembangunan kampus baru Politeknik PU di Kota Semarang. Ia mengatakan Dipa Kemntrian PUPR 2020 adalah Rp 120 triliun dan untuk menangani pandemi maka ada refocusing sebesar Rp 44 triliun.

"Prioritas kan untuk menangani pandemi makanya dipotong Rp 44 T," kata Basuki, Kamis (11/6/2020).

Sedangkan untuk prioritas pembangunan, lanjut Basuki, ada 4 hal. Pertama, padat karya dengan anggaran Rp 11,6 triliun antara lain untuk irigasi, jalan perumahan, air minum, dan sanitasi.

"Kami di PU ini prioritasnya padat karya, kami punya 11,6 T untuk padat karya baik diirigasi, jalan, perumahan, air minum, sanitasi. Itu akan meng-create kurang lebih 605 ribu pekerja selama 3 bulan. Sudah mulai kerja ini, sudah mulai jalan, progresnya sudah 15 persen," jelasnya.


Kedua, pariwisata karena sektor tersebut yang akan cepat pulih ketika pandemi berakhir. Ada lima destinasi yang jadi prioritas.

"Prioritas kedua 5 destinasi wisata itu prioritas, Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Likupang. Itu tidak disentuh oleh penghematan, masih jalan terus karena antisipasinya setelah pandemi selesai yang lebih cepat rebound itu pariwisata," ujarnya.

Ketiga, menunda pekerjaan-pekerjaan reguler selama 2 sampai 3 bulan. Salah satu contoh yaitu Irigasi di Indramayu yang ditunda 3 bulan.

"Jadi seperti irigasi direntang Indramayu itu juga 3 bulan. Ini saya minta alat beratnya dipinggirkan dulu selama 2-3 bulan," katanya.

Keempat, adalah Food estate karena Basuki menyebut FAO sudah menyampaikan potensi adanya kekeringan dan krisis pangan sehingga perlu disiapkan untuk pangan. Hari ini sebenarnya Basuki mendampingi Presiden meninjau food estate di Kalimantan.

"Keempat, food estate. Sekali lagi, ini sebetulnya ke Kalimantan untuk melihat food estate, untuk mengembangkan sawah. FAO menyampaikan bahwa akan ada kekeringan dan krisis pangan ke depan," jelas Basuki.


Meski ada refocusing, Basuki menegaskan tidak ada proyek yang dihentikan, hanya tertunda.

"Itu program prioritas kami yang terus kita jalankan, selain pembangunan lainnya. jadi tidak ada pembangunan yang dibatalin, yang ada ditunda. Jadi multiyear, dijereng, kayak tol ini kami akan meresmikan 4 ruas tol pada Juli ini," tegasnya.



Simak Video "Menteri Basuki Hibur Tamu di ITB di Sela Pemberian Doktor Kehormatan"
[Gambas:Video 20detik]
(alg/hns)